::
Menurut kamu, superhero mana yang paling sempurna? Batman, Spiderman, Superman? Kalau kamu memilih Batman, ia pada dasarnya cuma manusia biasa yang tidak punya kekuatan super, kekuatan supernya adalah cerdas dan kaya raya. Kalau kamu pilih Spiderman, dia tidak bisa terbang dan bernafas di luar angkasa. Bahkan kalau kamu pilih Superman pun, ia masih punya kelemahan, kryptonite dan Louis Lane. Jika superhero di dunia fiksi pun punya kelemahan, bagaimana orang biasa di dunia nyata! Pasti jauh dari kata sempurna.
Termasuk leader yang sempurna, itu hanya mitos. Yang ada cuma leader yang efektif. Dunia kerja itu sering banget ngelabelin leader dengan stiker-stiker yang hitam putih. Contohnya, kalau keras sedikit langsung dibilang toxic, kalau terlalu fleksibel katanya ga tegas. Padahal kenyataannya jadi leader itu bukan soal nentuin mana yang salah dan mana yang bener. Yang ada leader justru harus jago nyari titik tengah diantara dua hal ekstrim. Jangan terlalu kaku sampai tim enggak berani ngomong. Tapi jangan juga terlalu lembek sama sehingga mereka enggak serius sama target.
Selain itu leader yang terlalu sempurna di mata tim biasanya leader yang beresiko stuck di dalam zona nyaman. Mereka lebih sibuk membangun cinta ketimbang membangun sistem kerja. Makanya jangan terlalu banyak mikir omongan orang. Kalau kamu keras sedikit pasti ada yang ngomong ‘bos gw galak banget’. Kalau kamu terlalu santai pasti ada yang nyeletuk ‘bos ini enggak tegas deh’. Mau gimana pun pasti ada kritik. Tapi leader yang efektif tahu mana kritik yang perlu didengar dan mana yang cuma angin lewat.
Dan pada akhirnya perusahaan itu enggak butuh leader yang sempurna tapi butuh leader yang kelihatan hasil kerjanya. Yang tahu kapan harus ambisius, kapan harus sabar, kapan harus jadi teman, dan kapan harus jadi atasan. Kapan harus mengambil keputusan, dan kapan harus nunggu. Tetap diluar itu semua, leader tetap adalah manusia, ia bisa salah. Tapi dari kesalahan itu leader belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjadi lebih baik di masa depan.
Jadi stop ngejar kesempurnaan! Fokus aja jadi leader yang bikin tim bisa jalan. Ingat lebih baik jadi leader yang enggak sempurna daripada jadi leader yang enggak bisa kerja.arena pada akhirnya, yang dinilai itu bukan seberapa sempurna lo, tapi seberapa besar dampak yang lo bikin. Beranikan diri untuk salah, beranikan diri untuk menjadi tidak sempurna. Karena itulah kita, manusia.
“A person who never made a mistake never tried anything new.” – Albert Einstein.