Apakah anda mencari sesuatu?

  • This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 2 days ago by Amilia Desi Marthasari.

Mengapa Karyawan Tetap Resign Meski Digaji Tinggi?

March 12, 2026 at 10:05 am
Unpinned
    • Amilia Desi Marthasari
      Participant

      Rockstar

      5 Requirements

      • Login ke website sebanyak 30 kali
      • Balas Thread sebanyak 50 kali
      • Buat Thread baru sebanyak 30 kali
      • Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
      • Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
      GamiPress Thumbnail
      Achievement Thumbnail
      Image 0 replies
      View Icon 6 views
        Up
        0
        ::

        Banyak perusahaan percaya satu hal sederhana: jika gaji sudah tinggi, karyawan pasti akan bertahan. Logikanya terlihat masuk akal. Uang dianggap sebagai motivator paling kuat dalam dunia kerja. Jika seseorang sudah dibayar mahal, mengapa ia harus pergi?

        Namun kenyataannya sering justru sebaliknya. Tidak sedikit karyawan dengan gaji tinggi yang tetap memilih resign. Bahkan kadang mereka pindah ke tempat lain dengan gaji yang sama, atau dalam beberapa kasus sedikit lebih rendah.

        Fenomena ini sering membuat manajemen bingung. “Bukankah sudah digaji besar?”
        Pertanyaan itu sering muncul setiap kali ada karyawan terbaik yang memutuskan keluar.

        Masalahnya, loyalitas karyawan tidak pernah sesederhana angka dalam slip gaji.

        Gaji memang penting. Tidak ada yang menyangkal itu. Gaji adalah bentuk penghargaan paling nyata atas kerja seseorang. Gaji juga berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup, keamanan finansial, dan kualitas hidup karyawan.

        Namun setelah kebutuhan dasar terpenuhi, faktor lain mulai mengambil peran yang jauh lebih besar.

        Seseorang bisa bertahan dengan gaji kecil jika lingkungan kerjanya sehat. Sebaliknya, seseorang bisa pergi dari gaji besar jika setiap hari merasa tertekan.

        Di sinilah banyak perusahaan sering salah memahami motivasi manusia.

        Salah satu alasan terbesar karyawan resign meskipun digaji tinggi adalah lingkungan kerja yang tidak sehat.

        Lingkungan kerja tidak hanya soal fasilitas kantor atau ruangan yang nyaman. Lingkungan kerja mencakup budaya kerja, hubungan antar rekan, cara atasan berkomunikasi, hingga bagaimana konflik diselesaikan.

        Bayangkan seseorang yang setiap hari bekerja di tempat yang penuh drama, intrik, atau politik kantor.
        Setiap ide dipatahkan.
        Setiap kesalahan diperbesar.
        Setiap pencapaian diabaikan.

        Dalam kondisi seperti itu, gaji tinggi sering kali terasa seperti “kompensasi atas stres”.

        Masalah lain yang sering membuat karyawan pergi adalah kepemimpinan yang buruk.

        Ada satu kalimat yang sering diulang dalam dunia HR:
        “People don’t leave companies, they leave managers.”

        Banyak orang tidak resign dari perusahaan, mereka resign dari atasannya.

        Seorang pemimpin yang tidak menghargai tim, tidak mau mendengar, atau hanya menekan tanpa memberi dukungan bisa menghancurkan motivasi kerja seseorang.

        Karyawan mungkin bertahan beberapa waktu karena gaji tinggi. Tapi dalam jangka panjang, rasa lelah emosional akan jauh lebih kuat.

        Selain kepemimpinan, faktor perkembangan karier juga sangat berpengaruh.

        Banyak karyawan yang resign bukan karena uang kurang, tetapi karena merasa masa depannya stagnan.

        Bayangkan seseorang bekerja bertahun-tahun di posisi yang sama. Tidak ada peluang promosi. Tidak ada pelatihan baru. Tidak ada tantangan yang membuatnya berkembang.

        Pada titik tertentu, muncul pertanyaan sederhana:
        “Apakah saya akan seperti ini terus lima tahun lagi?”

        Ketika seseorang merasa tidak berkembang, gaji tinggi tidak lagi terasa cukup.

        Faktor berikutnya adalah penghargaan non-finansial.

        Manusia pada dasarnya ingin dihargai. Tidak hanya secara materi, tetapi juga secara emosional.

        Ucapan terima kasih dari atasan, pengakuan atas kerja keras, atau sekadar didengarkan saat memberi ide bisa memberikan dampak besar terhadap motivasi kerja.

        Sebaliknya, ketika seseorang merasa hanya dianggap sebagai “mesin kerja”, motivasinya akan perlahan menurun.

        Tidak peduli seberapa tinggi gajinya.

        Work-life balance juga menjadi alasan yang semakin penting di dunia kerja modern.

        Banyak perusahaan masih berpikir bahwa karyawan dengan gaji tinggi harus siap bekerja tanpa batas.

        Lembur terus-menerus.
        Meeting sampai malam.
        Pesan kerja yang masuk bahkan di hari libur.

        Dalam jangka pendek mungkin terlihat normal. Tetapi dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan kelelahan mental atau burnout.

        Ketika seseorang merasa hidupnya hanya berputar antara kantor dan pekerjaan, uang tidak lagi terasa cukup untuk menutupi kehilangan waktu pribadi.

        Hal lain yang sering diabaikan adalah rasa memiliki terhadap pekerjaan.

        Karyawan ingin merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki makna. Bahwa apa yang mereka lakukan berdampak, bukan sekadar menyelesaikan tugas harian.

        Jika seseorang merasa pekerjaannya tidak berarti atau tidak dihargai, semangat kerja bisa hilang perlahan.

        Pada titik tertentu, mereka mulai mencari tempat yang memberi makna lebih besar.

        Transparansi dan keadilan juga memainkan peran penting dalam keputusan seseorang untuk bertahan atau pergi.

        Ketika karyawan melihat adanya ketidakadilan dalam organisasi — misalnya promosi yang tidak jelas, favoritisme, atau penilaian kerja yang tidak objektif — rasa kepercayaan terhadap perusahaan bisa runtuh.

        Gaji tinggi tidak selalu bisa memperbaiki rasa ketidakadilan.

        Justru kadang membuat karyawan merasa bahwa perusahaan mencoba “membeli kesetiaan” tanpa memperbaiki sistem yang bermasalah.

    Viewing 0 reply threads
    • You must be logged in to reply to this topic.
    Image

    Bergabung & berbagi bersama kami

    Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!