- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 1 year, 2 months ago by
Iqra Alfi Zahrin.
Part 4 – Filosofi “The Driver, The Car, and The Route”
December 17, 2024 at 9:07 am-
-
Up::1
Anda seorang pengemudi, Anda punya mobil yang siap jalan, saatnya Anda punya rencana untuk mencapai tujuan Anda. Jalan mana yang akan Anda tempuh? Kalau tujuan Anda dari Jakarta ke Bandung. Apakah Anda akan lewat jalur Puncak, atau lewat tol Cipularang, atau lewat Purwakarta. It’s all up to you! Yang tercepat belum tentu yang terbaik, tergantung tujuan Anda. Jika Anda dari Jakarta ke Bandung dan ingin tiba secepat mungkin, maka jalan terbaik adalah lewat tol Cipularang. Tapi jika Anda ingin mampir jalan-jalan ke Taman Safari, maka jalur puncak sangat tepat.
Tidak ada rute yang salah selama tujuannya jelas. Yang salah adalah jika Anda ingin ke Bandung dari Jakarta, tapi Anda mengambil arah ke Tol Jakarta-Merak. Kebodohan adalah Anda mengambil jalan ke utara, tapi berharap sampai ke barat. Jika sesuatu sesederhana pergi ke suatu tempat saja Anda bisa merencanakan rutenya. Bagaimana mungkin Anda punya bisnis tapi Anda tidak tahu mau kemana dan lewat jalan mana? Yang ada Anda bisa tersesat di persaingan usaha yang semakin ketat. Ya minimal-minimalnya bisnis Anda jalan di tempat.
Apakah saya harus punya rencana tahunan? Jawabannya tidak harus. Seperti halnya seorang pengemudi dan kendaraannya, ia tidak harus punya tujuan dan rencana perjalanan. Ia bisa saja mengemudi sesuka hatinya, keliling-keliling Jabodetabek, menikmati kemacetan, menghabiskan BBM dan waktu. Seorang pengemudi dan kendaraannya tidak harus punya rencana perjalanan, jika memang tidak ada yang dituju. Jika bisnis Anda seperti itu, hanya sekedar untuk bertahan hidup, mungkin rencana bisnis tahunan tidaklah perlu-perlu amat. Toh saat ini tidak ada persaingan yang berarti, toh segala hal di 2024 masih baik-baik saja, toh dari tahun ke tahun paling begitu saja.
Lain halnya kalau Anda saat ini merasa perlu terobosan, merasa terhimpit oleh persaingan, atau punya suatu tujuan, maka Anda perlu dan harus punya rencana tahunan. Di part 2 saya telah menjelaskan pentingnya visi, misi, dan nilai yang mengidentifikasikan diri Anda sebagai pemilik bisnis. Di part 3 saya telah menguraikan pentingnya business model untuk mengidentifikasikan bisnis Anda seperti apa. Di part 4 ini saya ingin menyampaikan bagaimana menggunakan balanced scorecard sebagai panduan Anda menjalani bulan demi bulan, dan hari demi hari di tahun mendatang.
Ada banyak tools manajemen yang dapat digunakan untuk perencanaan. Namun izinkan dalam tulisan ini saya menggunakan Balanced Scorecard sebagai alat perencanaan. Mengapa balanced scorecard? Sederhananya, karena ia logis. Dalam business scorecard ada empat persepektif, yaitu Financial, Customer, Business Process, Learning. Ke empat persepektif tersebut tidak berdiri diri, melainkan menjadi suatu kausalitas. Organisasi yang belajar dan terus menerus memperbaiki diri (Learning) akan menghasilkan proses bisnis yang efektif dalam mencapai tujuan serta efisien dalam menggunakan sumber daya (business process). Proses bisnis yang efektif dan efisien pada akhirnya akan dapat memberikan produk dan layanan yang terbaik dan sesuai kebutuhan pelanggan (customer). Pelanggan yang terpenuhi kebutuhan dan keinginannya akan merasa puas dan akan terus menggunakan produk/jasa perusahaan, merekomendasikannya kepada temannya, yang pada akhirnya akan memberikan profit bagi perusahaan (financial). Sampai sini paham?
Kausalitas, itu alasan pertama mengapa saya menggunakan framework business scorecard. Alasan kedua, karena bisnis pasti UUD, ujung-ujungnya duit. Pasti hasil akhir yang dicapai adalah maximizing profit. Dan business scorecard di ujung nya adalah mengenai financial. Karena apalagi yang hendak dicapai oleh sebuah bisnis selain memaksimalkan laba. Namun sebelum mengoptimalkan keuntungan, ada hal-hal yang perlu dikerjakan. Yaitu memuaskan pelanggan, membenahi proses bisnis, dan mengembangkan budaya inovasi.
Tulisan kali ini tidak akan membahas detail mengenai apa dan bagaimana menggunakan business scorecard. Karena itu bisa Anda cari tahu sendiri di Internet. Tulisan singkat ini mungkin cukup hanya untuk membangkitkan kesadaran Anda untuk menggunakan framework balanced scorecard. Selain itu, di framwork ini juga diuraikan mengenai target strategis dari masing-masing perspektif, bagaimana mengukur target strategis tersebut, serta tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai target strategis tersebut. Tiga hal tersebut yang akan memandu Anda dan tim untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan dari bulan ke bulan, dari hari ke hari selama satu tahun kedepan.
Jadi selamat belajar, selamat membenahi proses bisnis, selamat berinteraksi dengan pelanggan, dan selamat memaksimalkan profit. Sampai bertemu lagi di bagian terakhir dari series tulisan ini.
-
🙌🙌
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
5 Alasan Kunci Kenapa 1 Juta Lulusan Sarjana Jadi Pengangguran dan SolusinyaSetiap tahun, Indonesia meluluskan lebih dari satu juta sarjana dari berbagai perguruan tinggi. Namun, kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak langsung memperoleh…10 Feb 2026 • GeneralAllTerkait:car
-
13 Cara untuk Menjadi Konsultan Manajemen yang SuksesJika kamu ingin menjadi seorang konsultan manajemen yang sukses, ada beberapa langkah penting yang perlu kamu ambil. Di bawah ini, kamu akan…24 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:car
-
13 Fondasi Finansial ModernMenghasilkan uang itu relatif mudah. Mempertahankannya? Justru itu bagian tersulit. Kamu bisa: Dapat kenaikan gaji Menambah klien baru Meningkatkan penghasilan Membangun side…8 Jan 2026 • GeneralAllTerkait:car
-
10 PENYAKIT MENTAL MANUSIASiapa kah yang punya salah satu penyakit mental ini, hayoo ngakuu.. berikut ini penjelasannya, check it out.. 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu…22 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:part car
-
Refleksi 12 Bulan: Apa Saja yang Ternyata Sudah Kita Lewati Tanpa Kita Sadari?Kadang yang paling menenangkan dari akhir tahun bukanlah pesta, bukan pula resolusi baru. Tapi momen ketika kita berhenti sejenak, menoleh ke belakang,…4 Dec 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
10 Kebohongan yg Sering Kita Percaya dan Fakta yg Bisa Bikin Hidupmu Lebih BaikKita sering dengar banyak omongan yang kedengarannya benar, tapi diam-diam omongan itu malah bikin kita stuck dan nggak maju-maju. Padahal, masalahnya bukan…29 Sep 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
10 Cara Praktis Menghentikan Overthinking Sebelum Bikin Capek MentalLelah mental itu bukan karena kerja terlalu keras. Tapi karena terlalu banyak mikir. Pikiran kita terus jalan 24 jam sehari: Takut gagal,…27 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
Sukses Tanpa Stres: 12 Cara Merawat Diri Tanpa Mengorbankan KarierBanyak orang berpikir bahwa untuk meraih kesuksesan, kita harus mengorbankan waktu istirahat, keluarga, dan bahkan kesehatan. Tapi sebenarnya, kesejahteraan dan kesuksesan bisa…12 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
12 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah HidupmuSukses datang dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Motivasi itu naik-turun, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa perubahan…3 Aug 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
“Gak Semua Bos Itu Leader! Ini 1 Sifat yang Bikin Kamu Layak Jadi Panutan”Dalam dunia bisnis yang terus berubah cepat, satu hal tetap konstan: manusia hanya akan bergerak sepenuh hati jika mereka merasa dipimpin, bukan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
10 Tanda Kamu Memimpin dengan EmpatiTimmu tidak akan bersuara jika mereka tidak merasa aman. Empati adalah titik awal dari kepercayaan. Dan ini tanda-tanda bahwa kamu memimpin dengan…14 Jul 2025 • GeneralAllTerkait:car
-
12 Kebiasaan Lama yang Perlu Kamu Tinggalkan di Era SekarangBanyak dari kita masih menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap efektif, tapi kini justru bisa menghambat kemajuan, kesehatan mental, dan produktivitas. Berikut adalah…18 Jun 2025 • GeneralAllTerkait:car