Apakah anda mencari sesuatu?

  • Ulan Safitri
    16

    Threads

    34

    Replies

    Badges

    GamiPress Thumbnail
    Ulan Safitri
    16

    Threads

    34

    Replies

    Badges

    GamiPress Thumbnail
    KASPAR PURBA
    53

    Threads

    74

    Replies

    Badges

    GamiPress Thumbnail
    • 5 Tanda Sistem Performance Review di Perusahaan Anda Sudah Rusak, Tapi Tidak Ada yang Mengakuinya

      Ada skenario yang sangat umum di perusahaan Indonesia skala menengah:

      Setiap akhir tahun, HR mengirim form penilaian. Manajer mengisinya, kebanyakan dalam satu sesi duduk karena deadline sudah mepet. Hasilnya terkumpul. Lalu… tidak ada yang berubah. Karyawan yang bagus tetap dapat treatment yang sama dengan yang biasa-biasa saja. Yang underperform tidak pernah mendapat feedback serius.

      Dan semua orang tahu ini tidak benar. Tapi tidak ada yang membahasnya secara terbuka.

      Hari ini kita bahas tanda-tandanya supaya kita bisa jujur pada diri sendiri sebelum mulai memperbaiki sistemnya.

      Tanda #1: Hampir Semua Karyawan Dapat Rating “Baik”

      Cek distribusi rating di perusahaan Anda. Kalau hasilnya terlihat seperti ini:

      • Sangat Baik: 70-90%
      • Baik: 10-25%
      • Perlu Perbaikan: 1-3%

      …bukan berarti karyawan Anda memang luar biasa semua. Artinya manajer menghindari konflik dengan memberikan rating tinggi ke semua orang.

      Di budaya kerja Indonesia, ini sangat umum. Ada tekanan sosial yang kuat untuk tidak memberikan nilai rendah kepada bawahan karena terasa tidak sopan, tidak supportive, atau bisa merusak hubungan. Hasilnya: semua dapat nilai bagus, bonus dibagi rata, dan karyawan yang benar-benar berprestasi merasa tidak ada bedanya berjuang keras atau sekadar hadir.

      Pertanyaan jujur: Kapan terakhir kali seseorang di perusahaan Anda mendapat rating “Perlu Perbaikan” dan itu diikuti dengan rencana perbaikan yang serius?

      Tanda #2: Karyawan Tidak Tahu KPI Mereka Sendiri

      Coba test sederhana: pilih 5 karyawan secara random, dari staf hingga supervisor, dan tanya: “Apa target spesifik kamu tahun ini?”

      Kalau lebih dari 3 orang menjawab dengan sesuatu yang samar seperti “ya pokoknya kerjain tugas dengan baik” atau “sesuai arahan atasan”, berarti sistem Goals kalian tidak berjalan.

      Target yang tidak terdokumentasi dan tidak dikomunikasikan secara eksplisit sama saja dengan tidak ada. Dan kalau tidak ada target yang jelas, penilaian apapun di akhir tahun menjadi subjektif sepenuhnya.

      Tanda #3: Review Tahunan Terasa seperti “Pengumuman Mengejutkan”

      Di sistem yang sehat, review tahunan seharusnya terasa seperti konfirmasi dari percakapan yang sudah berlangsung sepanjang tahun. Karyawan sudah tahu posisi mereka. Tidak ada kejutan besar.

      Kalau karyawan baru tahu performa mereka bermasalah saat form review keluar di Desember, itu bukan kegagalan karyawan. Itu kegagalan sistem feedback yang seharusnya berjalan sepanjang tahun.

      Di perusahaan mid-enterprise, manajer yang kelebihan beban operasional sering melewatkan 1-on-1 reguler. Akibatnya, review tahunan jadi satu-satunya momen di mana feedback disampaikan, dan sering sudah terlambat untuk diperbaiki.

      Tanda #4: Keputusan Promosi Terasa Seperti “Orang Dalam”

      Ketika karyawan tidak bisa mengerti logika di balik keputusan promosi (siapa yang naik dan kenapa), yang muncul adalah spekulasi, gosip, dan demotivasi.

      “Dia dipromosikan karena dekat sama bos.” “Padahal kerja saya lebih keras.”

      Kalimat seperti ini seharusnya tidak ada kalau sistem Performance Review berjalan dengan baik. Review yang baik membuat keputusan promosi bisa dijelaskan dengan data, bukan hanya defending judgment seseorang.

      Tanda #5: High Performer Resign Tanpa Warning

      Inilah yang paling mahal. Karyawan terbaik cenderung paling sedikit mengeluh, tapi paling aktif mencari peluang di luar. Mereka tidak butuh banyak waktu untuk mendapat offer lain.

      Kalau sistem review tidak bisa membedakan dan memberikan penghargaan konkret kepada high performer dibanding karyawan rata-rata, mereka punya satu sinyal yang jelas: “Di sini, usaha ekstra tidak ada bedanya.” Dan mereka pergi.

      Kenapa Ini Susah Diakui?

      Karena mengakui bahwa sistem performance review tidak berjalan artinya mengakui bahwa keputusan-keputusan people yang sudah dibuat selama ini mungkin tidak cukup objektif. Itu tidak nyaman.

      Tapi justru dari pengakuan itulah perbaikan bisa dimulai.

      Diskusi


      Dari 5 tanda di atas, mana yang paling familiar dengan kondisi di perusahaan kalian saat ini? Dan menurut kalian, apa akar penyebabnya: sistem yang salah desain, atau budaya yang belum siap?

      Tidak ada jawaban yang salah di sini. Kita berbagi untuk belajar bareng.

      Minggu depan kita mulai masuk ke solusi: cara membangun Goals yang efektif di Talenta, yang tidak sekadar jadi formalitas tahunan.

      Sudah Tahu Masalahnya. Sekarang Butuh Bantuan Memperbaikinya?

      Mengidentifikasi bahwa sistem performance review tidak berjalan itu langkah pertama. Tapi membangun ulang sistemnya sambil handle operasional sehari-hari butuh pendampingan yang lebih terstruktur.

      Tim konsultan Talenta bisa membantu kalian dari assessment kondisi saat ini sampai implementasi framework yang pas untuk skala dan industri perusahaan kalian.

    -->
    Image 1  Replies
    Product Team Ta...
Product Team Ta...
40

Threads

17

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Amilia Desi Mar...

Rockstar

5 Requirements

  • Login ke website sebanyak 30 kali
  • Balas Thread sebanyak 50 kali
  • Buat Thread baru sebanyak 30 kali
  • Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
  • Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
214

Threads

557

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Amilia Desi Mar...

Rockstar

5 Requirements

  • Login ke website sebanyak 30 kali
  • Balas Thread sebanyak 50 kali
  • Buat Thread baru sebanyak 30 kali
  • Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
  • Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
214

Threads

557

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Ulan Safitri
16

Threads

34

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Ulan Safitri
16

Threads

34

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Amilia Desi Mar...

Rockstar

5 Requirements

  • Login ke website sebanyak 30 kali
  • Balas Thread sebanyak 50 kali
  • Buat Thread baru sebanyak 30 kali
  • Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
  • Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
214

Threads

557

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Amilia Desi Mar...

Rockstar

5 Requirements

  • Login ke website sebanyak 30 kali
  • Balas Thread sebanyak 50 kali
  • Buat Thread baru sebanyak 30 kali
  • Bagikan thread ke media sosial sebanyak 15 kali
  • Bagikan pengalaman kamu menggunakan produk mekari ke media sosial sebanyak 5 kali
214

Threads

557

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
  • Apa Hasil May Day 2026?


    May Day sering kali dipahami sebagai momen seremonial tahunan: hari libur, panggung orasi, dan deretan tuntutan yang terdengar berulang.
    Namun jika melihat apa yang terjadi pada
    May Day 2026 di Indonesia,
    ada satu hal yang cukup jelas: pergeseran mulai terjadi, meskipun belum sampai pada tahap perubahan nyata yang langsung dirasakan pekerja.

    Tahun ini, tuntutan buruh tidak berhenti di jalanan. Ada sekitar 11 tuntutan utama yang disuarakan:

    • Pengesahan RUU Ketenagakerjaan Baru
      Mendesak pembentukan undang-undang yang lebih berpihak pada buruh, termasuk wacana mengganti Omnibus Law.
    • Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah
      Menuntut penghapusan sistem kerja kontrak/alih daya serta penolakan upah minimum rendah.
    • Antisipasi PHK Massal
      Permintaan pembentukan Satgas PHK untuk menghadapi potensi gelombang pemutusan kerja akibat konflik global.
    • Reformasi Pajak
      Penghapusan pajak atas pesangon, THR, dan jaminan pensiun.
    • Pengesahan RUU Perampasan Aset
      Dukungan terhadap regulasi pemberantasan korupsi.
    • Penurunan Tarif Ojol
      Menuntut potongan platform maksimal 10%.
    • Perlindungan Industri TPT & Nikel
      Perlindungan industri padat karya dari PHK serta moratorium industri tertentu.
    • Jaminan Hari Tua & Pensiun
      Perbaikan sistem pesangon dan jaminan pensiun.
    • Pengangkatan Guru/Honorer
      Mendorong status ASN, bukan hanya PPPK.
    • Revisi UU PPHI
      Agar penyelesaian perselisihan industrial lebih adil.
    • Ratifikasi Konvensi ILO 190
      Perlindungan terhadap kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

    Di sisi lain, pemerintah memberikan sejumlah sinyal respons. Mulai dari komitmen melanjutkan pembahasan regulasi ketenagakerjaan, dorongan perlindungan industri padat karya, hingga wacana peningkatan kesejahteraan pekerja.

    Dari perspektif kebijakan, ini adalah langkah awal yang penting. Namun seperti yang sering terjadi, jarak antara komitmen dan implementasi masih cukup lebar.

    Yang menarik dari May Day tahun ini adalah perubahan pendekatan. Tidak lagi hanya didominasi aksi demonstrasi, tetapi mulai bergeser ke arah dialog langsung antara perwakilan buruh dan pemerintah.

    Secara strategi, ini terlihat lebih konstruktif. Namun muncul kekhawatiran: apakah dialog ini akan berujung pada keputusan nyata, atau hanya menjadi ruang “didengar tanpa ditindaklanjuti”?

    Jika ditarik lebih dalam, hasil May Day 2026 memang belum bisa disebut sebagai “perubahan”.

    • Belum ada kebijakan baru yang langsung mengubah struktur gaji
    • Belum ada sistem kerja baru yang diterapkan
    • Belum ada kepastian final terkait isu krusial seperti outsourcing

    Artinya, bagi sebagian besar pekerja, kondisi sehari-hari masih berjalan seperti biasa.

    Namun bukan berarti May Day tahun ini tidak menghasilkan apa-apa. Dampaknya justru berada di fase awal: tekanan kolektif berhasil mendorong isu ketenagakerjaan kembali menjadi prioritas nasional.

    Dalam konteks perusahaan, ini menjadi sinyal yang tidak boleh diabaikan. Karena meskipun perubahan regulasi membutuhkan waktu, ekspektasi karyawan berubah jauh lebih cepat.

    Isu yang diangkat dalam May Day seperti keadilan kompensasi, kejelasan status kerja, dan perlindungan tenaga kerja sebenarnya juga tercermin dalam masalah internal perusahaan sehari-hari:

    • Performance review yang tidak transparan
    • Workload yang tidak terukur
    • Jalur karier yang tidak jelas

    Di titik ini, ada satu hal yang perlu disadari: dampak dari May Day tidak hanya ditentukan oleh keputusan pemerintah, tetapi juga oleh seberapa cepat perusahaan beradaptasi.

    Karena bagi karyawan, “kesejahteraan” bukan hanya tentang kebijakan nasional, tetapi tentang pengalaman kerja yang mereka rasakan setiap hari.

    May Day selalu dimulai dari tekanan eksternal. Namun perubahan yang bertahan lama selalu datang dari perbaikan internal.

-->
Image 5  Replies
Mekari Communit...
Mekari Communit...
95

Threads

18

Replies

Badges

GamiPress Thumbnail
Achievement ThumbnailAchievement ThumbnailAchievement ThumbnailAchievement Thumbnail
Image

Bergabung & berbagi bersama kami

Terhubung dan dapatkan berbagai insight dari pengusaha serta pekerja mandiri untuk perluas jaringan bisnis Anda!