Home / Topics / IT/Developers / Agentic AI & Multi-Agent Systems: Next Evolution AI atau Overengineering Baru?
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 6 days, 11 hours ago by
AKHMAD SYAHREZA.
Agentic AI & Multi-Agent Systems: Next Evolution AI atau Overengineering Baru?
May 15, 2026 at 6:57 pm-
-
Up::0
Kalau sebelumnya AI lebih banyak dipakai sebagai “assistant”, sekarang mulai muncul tren baru:
→ AI yang bisa menjalankan task secara lebih autonomous.Mulai dari:
- planning task
- breakdown workflow
- call tools/API
- reasoning multi-step
- sampai collaborate antar AI agents
Konsep ini sekarang sering disebut:
- Agentic AI
- AI Agents
- Multi-Agent Systems
Menariknya, banyak use case mulai bermunculan:
- AI customer support agent
- coding agents
- AI research assistant
- workflow automation
- AI ops & monitoring
- autonomous business process
Bahkan sekarang mulai banyak framework & ecosystem baru untuk mendukung orchestration antar agents. Tapi di sisi engineering, implementasinya ternyata tidak sesederhana demo-nya.
Challenge yang mulai sering dibahas:
- observability agent workflow
- hallucination antar agents
- cost inference yang tidak predictable
- latency karena multi-step reasoning
- security & permission boundaries
- debugging decision flow AI
- sampai reliability untuk production-scale systems
Ada juga yang mulai mempertanyakan:
apakah multi-agent systems benar-benar dibutuhkan… atau sebenarnya single AI + good workflow sudah cukup?
Karena di beberapa case, complexity orchestration antar agents justru lebih besar dibanding benefit yang didapat.
Curious dengan perspektif teman-teman di sini 👀
- Apakah kalian sudah explore Agentic AI / multi-agent systems?
- Use case paling realistic sejauh ini menurut kalian apa?
- Menurut kalian ini akan jadi standard architecture baru?
- Atau masih terlalu early & banyak hype?
-
so helpful!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Approval Masih Lewat Chat? Saatnya Rapikan WorkflowDi banyak perusahaan, proses approval masih dimulai dari chat. Request dikirim lewat WhatsApp, dokumen dilampirkan manual, lalu tim tinggal menunggu atasan…25 May 2026 • IT/Developersapproval business-process low-code mekari-officelessTerkait:amp
-
Pertama kali bangun app emas pakai Officeless — ini yang saya pelajariSaya developer di PT. Apro Global Solution (AGS), dan beberapa waktu terakhir saya sedang mengerjakan sesuatu yang cukup berbeda dari project development…22 May 2026 • IT/Developersags appdevelopment developer lowcodeTerkait:baru
-
Aplikasi Lama Tidak Bisa Tumbuh Bareng Bisnis? Ini Cara Perusahaan Gadai & Investasi Skala Nasional dengan OfficelessAda satu masalah yang jarang dibahas secara terbuka di perusahaan yang sedang tumbuh pesat: sistem internal yang dibangun dulu, tidak selalu bisa…21 May 2026 • IT/Developersapproval-workflow article-insight citizen-developer digital-transformationTerkait:amp baru
-
“Drag & Drop Kok Bisa Sampai Segitunya?” – Pengalaman Pertama Saya di OfficelessHalo Mekari Community! 👋 Saya seorang technical developer yang beberapa waktu terakhir memutuskan untuk keluar sebentar dari zona nyaman — mencoba sesuatu…21 May 2026 • IT/Developersappbuilder lcnc lowcode mekariofficelessTerkait:amp baru
-
Apakah “AI-Assisted Development” Sudah Jadi Standard Baru di Industri IT?Belakangan ini istilah vibe coding makin sering dibahas di komunitas developer — workflow di mana developer heavily rely ke AI untuk generate…19 May 2026 • IT/Developerscoding-it-developer-vibecodingTerkait:amp baru
-
AI Tools untuk Developer: Saat Ini Paling Helpful yang Mana?AI tools untuk development sekarang berkembang sangat cepat — mulai dari GitHub Copilot, Cursor, ChatGPT, Claude, Windsurf, hingga Lovable. Menariknya, masing-masing…21 May 2026 • IT/Developersai-aitools-technology-developerTerkait:amp
-
Gimana Cara Tahu Kalau Proses Bisnis Kamu Sudah Siap Diotomasi?Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul ketika perusahaan mulai serius membahas otomasi adalah “dari mana mulainya?”. Tidak semua proses bisnis cocok…19 May 2026 • IT/Developersautomation digital-transformation proses-bisnisTerkait:amp
-
Choosing the Right LCNC: My Research on Finding the Most Compatible Platform for IndonesiaHalo Rekan IT & Developers! 👋 Belakangan ini saya melakukan benchmarking terhadap berbagai platform Low-Code No-Code (LCNC) terkemuka. Tujuannya satu: menemukan platform yang…19 May 2026 • IT/Developerscomparison indonesia lcnc microsoftTerkait:amp systems
-
Integration Debt: Banyak Sistem, Tapi Alur Kerja Antar Divisi Tetap TersendatBanyak perusahaan memulai digitalisasi dengan menambah sistem baru: HRIS, CRM, accounting, procurement, helpdesk, sampai tools internal untuk kebutuhan operasional. Awalnya semua…19 May 2026 • IT/Developersdigital-transformation enterprise-it integration integration-debtTerkait:amp baru
-
AI Makin Pintar, Tapi Siapa yang Menjaga Prosesnya Tetap Terkontrol?Belakangan, diskusi soal AI di perusahaan makin sering mengarah ke satu hal: bagaimana AI bisa membantu kerja jadi lebih cepat dan otomatis.…21 May 2026 • IT/Developersartificial-intelligence audit-trail business-process digital-transformationTerkait:amp
-
Strategi Governance dalam Implementasi Low-Code EnterpriseHalo Rekans IT & Developers! 👋 Salah satu hambatan terbesar saat kita ingin mengadopsi platform Low-Code No-Code (LCNC) di level enterprise adalah…21 May 2026 • IT/Developersgovernance it lcnc shadow-itTerkait:amp baru
-
Mengapa “Composable Enterprise” Adalah Arsitektur Masa Depan (Dan Peran LCNC Sebagai Lemnya)Halo Rekans IT & Developers! 👋 Dalam proses menyusun strategi arsitektur IT dan merancang paket solusi enterprise belakangan ini, saya mengamati satu…21 May 2026 • IT/Developersarsitektur composable enterprise erpTerkait:amp baru