Home / Topics / IT/Developers / Pertama kali bangun app emas pakai Officeless — ini yang saya pelajari
- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 3 days, 11 hours ago by
Halim Awaludien Khafifie.
Pertama kali bangun app emas pakai Officeless — ini yang saya pelajari
May 22, 2026 at 10:10 am-
-
Up::0
Saya developer di PT. Apro Global Solution (AGS), dan beberapa waktu terakhir saya sedang mengerjakan sesuatu yang cukup berbeda dari project development biasanya.
Membangun ulang aplikasi pembelian emas untuk klien skala nasional — tapi bukan dengan cara biasa. Kali ini pakai platform low-code: Mekari Officeless.
Ini pertama kalinya saya serius pakai Officeless untuk project nyata. Dan ada beberapa hal yang cukup mengejutkan — baik yang bikin senang, maupun yang bikin garuk-garuk kepala di awal. 😄
🔍 Yang pertama saya eksplor
Langsung ke App Builder. Saya mulai dari form input pengajuan pembelian emas — karena ini pintu masuk dari seluruh flow yang akan dibangun.
Kesan pertama saya? Lebih terstruktur dari yang saya bayangkan.
Saya sempat khawatir platform low-code bakal terlalu terbatas untuk kebutuhan data yang cukup detail — identitas transaksi, identitas cabang, identitas pemesan, detail produk, semua dalam satu form. Ternyata field-nya bisa dikonfigurasi cukup fleksibel sesuai kebutuhan bisnis yang ada.
💡 Momen “oh ternyata bisa gini”
Waktu pertama kali setup plugin Send Email.
Sebelumnya saya pikir notifikasi otomatis itu pasti butuh konfigurasi yang rumit. Di custom development biasa, ini artinya setup SMTP, nulis logic trigger, testing berkali-kali, dan seterusnya.
Ternyata di Officeless? Plugin Send Email langsung bisa diintegrasikan ke dalam workflow approval — jauh lebih straightforward dari yang saya ekspektasikan.
Jadi setiap ada perubahan status pengajuan — disetujui manager atau perlu revisi — notifikasi email otomatis terkirim ke pihak yang relevan, tanpa ada yang perlu follow up manual.
Saat itulah saya baru benar-benar ngerti maksudnya “low-code.” 😄
⚖️ Yang saya kira susah, ternyata mudah — dan sebaliknya
Mudah ternyata: Membangun approval flow 2 level. Saya bayangkan ini butuh logic yang kompleks — staff input → manager review → kondisi approve/reject dengan routing berbeda. Ternyata Workflow di Officeless sudah punya struktur yang cukup intuitif untuk handle ini.
Butuh lebih banyak perhatian ternyata: Standarisasi tipe data antar field. Secara teknis form-nya bisa dibangun, tapi memastikan setiap field — terutama yang bertipe file attachment, currency, dan relation record — terdefinisi dengan benar agar tidak error saat submit… ini yang butuh lebih banyak iterasi dari yang saya ekspektasikan.
📌 Takeaway dari proses ini
Platform low-code seperti Officeless bukan berarti menggantikan keahlian developer.
Kamu tetap perlu berpikir soal arsitektur, struktur data, dan kebutuhan bisnis jangka panjang. Yang berubah adalah kamu tidak perlu membangun dari layer paling bawah — sehingga bisa bergerak jauh lebih cepat.
Masih dalam proses, tapi sejauh ini pengalamannya cukup menarik untuk dibagikan.
Kalau ada yang punya pengalaman serupa atau pertanyaan soal implementasi Officeless untuk use case seperti ini — yuk diskusi di kolom komentar! 👇
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Approval Masih Lewat Chat? Saatnya Rapikan WorkflowDi banyak perusahaan, proses approval masih dimulai dari chat. Request dikirim lewat WhatsApp, dokumen dilampirkan manual, lalu tim tinggal menunggu atasan…25 May 2026 • IT/Developersapproval business-process low-code mekari-officelessTerkait:kali bangun app emas officeless
-
Aplikasi Lama Tidak Bisa Tumbuh Bareng Bisnis? Ini Cara Perusahaan Gadai & Investasi Skala Nasional dengan OfficelessAda satu masalah yang jarang dibahas secara terbuka di perusahaan yang sedang tumbuh pesat: sistem internal yang dibangun dulu, tidak selalu bisa…21 May 2026 • IT/Developersapproval-workflow article-insight citizen-developer digital-transformationTerkait:kali bangun app emas officeless
-
“Drag & Drop Kok Bisa Sampai Segitunya?” – Pengalaman Pertama Saya di OfficelessHalo Mekari Community! 👋 Saya seorang technical developer yang beberapa waktu terakhir memutuskan untuk keluar sebentar dari zona nyaman — mencoba sesuatu…21 May 2026 • IT/Developersappbuilder lcnc lowcode mekariofficelessTerkait:pertama bangun app pakai officeless
-
Agentic AI & Multi-Agent Systems: Next Evolution AI atau Overengineering Baru?Kalau sebelumnya AI lebih banyak dipakai sebagai “assistant”, sekarang mulai muncul tren baru:→ AI yang bisa menjalankan task secara lebih autonomous. …19 May 2026 • IT/Developersagenticai-ai-tech-technology-transformationTerkait:kali pakai
-
Apakah “AI-Assisted Development” Sudah Jadi Standard Baru di Industri IT?Belakangan ini istilah vibe coding makin sering dibahas di komunitas developer — workflow di mana developer heavily rely ke AI untuk generate…19 May 2026 • IT/Developerscoding-it-developer-vibecodingTerkait:kali
-
AI Tools untuk Developer: Saat Ini Paling Helpful yang Mana?AI tools untuk development sekarang berkembang sangat cepat — mulai dari GitHub Copilot, Cursor, ChatGPT, Claude, Windsurf, hingga Lovable. Menariknya, masing-masing…21 May 2026 • IT/Developersai-aitools-technology-developerTerkait:kali app emas pakai
-
Gimana Cara Tahu Kalau Proses Bisnis Kamu Sudah Siap Diotomasi?Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul ketika perusahaan mulai serius membahas otomasi adalah “dari mana mulainya?”. Tidak semua proses bisnis cocok…19 May 2026 • IT/Developersautomation digital-transformation proses-bisnisTerkait:pertama kali app
-
Choosing the Right LCNC: My Research on Finding the Most Compatible Platform for IndonesiaHalo Rekan IT & Developers! 👋 Belakangan ini saya melakukan benchmarking terhadap berbagai platform Low-Code No-Code (LCNC) terkemuka. Tujuannya satu: menemukan platform yang…19 May 2026 • IT/Developerscomparison indonesia lcnc microsoftTerkait:kali app officeless
-
Sudah Pakai Talenta, Jurnal, atau Qontak. Kenapa Workflow Lintas Divisi Masih Manual?Sistem utama sebenarnya sudah ada. HR sudah pakai Talenta. Finance sudah pakai Jurnal. Tim customer-facing juga sudah terbantu dengan Qontak. Tapi di…19 May 2026 • IT/Developersbusiness-process internal-tools jurnal mekari-ecosystemTerkait:kali app pakai officeless
-
Integration Debt: Banyak Sistem, Tapi Alur Kerja Antar Divisi Tetap TersendatBanyak perusahaan memulai digitalisasi dengan menambah sistem baru: HRIS, CRM, accounting, procurement, helpdesk, sampai tools internal untuk kebutuhan operasional. Awalnya semua…19 May 2026 • IT/Developersdigital-transformation enterprise-it integration integration-debtTerkait:bangun app pakai officeless
-
AI Agent Lagi Ramai Dibahas, Tapi Apa Bedanya dengan Automation yang Sudah Ada?Belakangan ini AI agent jadi salah satu topik yang paling sering muncul di konferensi teknologi dan artikel IT. Tapi dari beberapa diskusi…19 May 2026 • IT/Developersai-agent automation digital-transformation enterpriseTerkait:app
-
AI Makin Pintar, Tapi Siapa yang Menjaga Prosesnya Tetap Terkontrol?Belakangan, diskusi soal AI di perusahaan makin sering mengarah ke satu hal: bagaimana AI bisa membantu kerja jadi lebih cepat dan otomatis.…21 May 2026 • IT/Developersartificial-intelligence audit-trail business-process digital-transformationTerkait:kali bangun app emas officeless