Home / Topics / Human Resources / Sebelum Kamu Resign Besok Pagi, Baca Ini Dulu
- This topic has 5 replies, 4 voices, and was last updated 1 year, 5 months ago by
Albert Yosua Matatula.
Sebelum Kamu Resign Besok Pagi, Baca Ini Dulu
April 14, 2025 at 2:07 pm-
-
Up::1
Jam 02.34 pagi.
Aku duduk di depan laptop, lampu kamar remang, tangan di atas keyboard sambil nulis surat resign.Tiap hurufnya ngebuat napas makin berat.
Karena ini bukan cuma soal ganti kerjaan.
Ini soal ninggalin zona nyaman… atau zona nyesek yang udah lama ditempati.Di satu sisi, aku pengen bebas.
Di sisi lain, aku takut: “Gue bakal nyesel gak ya?”Resign itu keputusan besar. Kadang rasanya kayak lompat dari tebing… tanpa tahu apakah di bawah ada air atau batu.
Dan setelah ngalamin sendiri, ditambah dengerin cerita banyak temen yang udah lewat fase ini, aku mau share: beberapa hal yang HARUS kamu pikirin sebelum nekat resign.
1. Jangan resign karena emosi, tapi juga jangan bertahan karena takut
Ada bedanya antara capek dan udah gak sejalan.Kalau kamu cuma capek—mungkin butuh rehat, bukan keluar.
Tapi kalau kamu udah gak ngerasa berkembang, gak dihargai, atau bahkan ngerasa kehilangan diri sendiri…
Mungkin itu sinyal kamu perlu move.Ingat: kerja tuh maraton, bukan sprint. Kalau tiap hari rasanya kayak perang batin, kamu berhak cari tempat yang lebih sehat.
2. Tulis 2 daftar: yang bikin kamu pengen pergi & yang bakal kamu rindukan
Waktu itu aku bikin dua kolom di notes:
“Kenapa gue pengen resign” dan “Apa yang bakal gue kangenin.”Hasilnya?
Yang pengen gue tinggalin: manajemen kacau, lembur tanpa arah, dan zero apresiasi.
Yang bakal gue kangenin: temen-temen makan siang, kopi gratis, dan satu mentor keren.Dari situ aku sadar: hal yang bikin aku stay… mostly nostalgia.
Bukan alasan cukup kuat buat bertahan.3. Punya plan? Atau cuma pengen kabur?
Resign tanpa plan itu sah-sah aja, apalagi kalau mental udah gak kuat.
Tapi lebih ideal kalau kamu punya:
Dana darurat
CV yang update
Sedikit bayangan mau kemanaTemenku pernah resign karena “capek banget.” Tapi karena gak siap, dia stres dua kali lipat pas nganggur.
Sekarang dia bilang,
“Harusnya gue nyusun exit plan, bukan cuma exit door.”4. Ngomong baik-baik. Dunia kerja itu kecil, banget.
Apapun alasannya, pamitlah dengan elegan.
Kirim email yang sopan. Ucapin terima kasih, walau cuma buat pelajaran pahit.
Karena someday, orang-orang itu bisa muncul lagi… di project, meeting, atau bahkan jadi atasan barumu.Akhir Kata . . .
Resign itu bukan tanda gagal. Tapi pastiin kamu resign karena udah siap jalan ke depan—bukan cuma lari dari belakang.
Take a breath. Reflect. Plan. Then go.Kamu berhak dapet kerjaan yang bukan cuma bayar tagihan, tapi juga gak ngerusak kesehatan dan harga diri.
Kalau kamu butuh validasi:
Ini dia.
Yes, kamu boleh cabut. Tapi pastiin kamu cabut dengan sadar. -
Terima kasih udah nulis ini, dalam banget. Gue bacanya sambil tarik napas pelan—karena rasanya kayak lagi ngaca. Banyak kalimat di atas yang nyentil bagian diri yang selama ini mungkin gue tutupin: rasa lelah yang ditahan, ketidaknyamanan yang dibungkus “masih bisa lah”, dan ketakutan buat ninggalin yang udah familiar meskipun gak sehat.
Poin soal “jangan resign karena emosi, tapi juga jangan bertahan karena takut” tuh ngena banget. Kadang kita ngira masih kuat, padahal sebenernya udah gak sanggup. Dan bener, yang sering bikin susah move on itu bukan karena tempatnya bagus… tapi karena kenangan yang udah terbentuk.
Gue jadi pengen duduk sendiri, bikin dua kolom kayak yang lo bilang: yang pengen ditinggalin, dan yang bakal dikangenin. Karena bisa jadi, jawaban buat “harus pergi atau bertahan” itu udah ada di sana—tinggal jujur aja sama diri sendiri.
Thanks ya, udah bagi insight dari pengalaman lo. Tulisan ini bukan cuma reminder buat mikir sebelum resign, tapi juga pengingat buat lebih peka sama diri sendiri.
-
Wah bagus sekali materinya,
Poin yang mungkin hampir semua orang alami
“Jangan resign karena emosi, tapi juga jangan bertahan karena takut”
Hal sepele tapi kebanyakan orang resign karena emosi terlebih dahuluTerima kasih pengalamannya Pak Widdy
-
Thanks banget, Pak Edi! 🙌
Iya bener banget, kadang emosi sesaat itu bisa ngebutuhin keputusan yang kita seselin nanti. Tapi di sisi lain, kalau bertahan cuma karena takut, kita juga bisa kejebak di tempat yang bikin makin gak berkembang.Tulisan Pak Widdy emang ngena banget ya—gak cuma ngasih insight, tapi juga bikin kita lebih jujur sama diri sendiri. Semoga makin banyak yang baca dan bisa ambil keputusan dengan lebih tenang dan sadar.
Salam,
Albert -
Setuju banget, baiknya kita mempertimbangkan keputusan untuk resign dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Punya plan yang jelas dan realistis wajib ketika akan memutuskan untuk resign/ off dr tempat kerja. Terima kasih Pak Widdy 🙏🏻
-
Membaca tulisan ini memang seperti mendapatkan kaca untuk melihat diri sendiri lebih jelas. Kadang kita merasa bertahan karena takut atau merasa belum siap, padahal di dalam hati kita tahu bahwa keputusan untuk pergi itu mungkin yang terbaik.
Poin tentang “jangan resign karena emosi, tapi juga jangan bertahan karena takut” memang sangat penting. Terkadang kita terlalu sering bertahan meski sudah merasa tidak nyaman hanya karena sudah terlalu lama berada di zona nyaman yang ternyata malah mengekang kita. Tidak jarang juga kita mengabaikan rasa lelah dan ketidakbahagiaan yang sudah menumpuk.
Buat gue pribadi, tulisan ini mengingatkan untuk lebih peka sama diri sendiri, supaya keputusan besar seperti resign tidak didorong oleh emosi sesaat, tapi oleh pemikiran yang lebih matang dan realistis. Menyusun dua daftar seperti yang Pak Widdy sarankan, yang mana yang harus ditinggalkan dan yang akan dirindukan, mungkin bisa jadi langkah awal yang berguna banget buat siapapun yang lagi galau soal keputusan resign.
Terima kasih lagi sudah menulis ini, dan buat teman-teman yang lagi mempertimbangkan resign, semoga bisa lebih bijak dalam membuat keputusan. Jangan lupa untuk punya plan yang jelas agar kita nggak terjebak dalam situasi yang lebih sulit setelahnya.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Perhitungan PPh 21 untuk Pegawai resign sebelum DesemberDear Tim Talenta, Mohon dapat dijelaskan, bagaimana aplikasi Talenta dapat mengakomodir jika ada pegawai yang keluar tengah tahun atau sebelum december, dengan…31 Jul 2025 • Human ResourcesAllTerkait:all bayar sebelum resign
-
Jumlah Pelaporan SPT Tahunan Meningkat 3,26 % hingga 11 April 2025(Jakarta) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 13 juta Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2024 telah disampaikan hingga…15 Apr 2025 • Human ResourcesAllTerkait:all tagihan pembayaran tanpa
-
10 Pelajaran Jadi Pemimpin10 Pelajaran Jadi Pemimpin (Simpan baik-baik ya, biar inget!) Kebanyakan orang tuh cuma bisa ngatur-ngatur doang. Sedikit banget yang bener-bener bisa jadi…16 Mar 2025 • Human ResourcesAllTerkait:all sebelum dulu cuma tapi gak
-
PPh 21 “Disetahunkan” dan “Setaun” (tanpa Disetahunkan)Jika ada pegawai yang resign pada bulan Februari 2025, pilihan yang tepat di Coretax tergantung pada metode perhitungan pajak yang digunakan perusahaan.…28 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:all sebelum resign tanpa
-
Memahami Perbedaan Bupot A1 yang Disetahunkan dan Tidak DisetahunkanRekan-rekan HR, belakangan ini saya melihat semakin banyak pertanyaan terkait pembuatan Bukti Potong (Bupot) PPh 21 Formulir BPA1, terutama setelah berlakunya PER-11/PJ/2025.…4 Dec 2025 • Human ResourcesAllTerkait:all sebelum tanpa
-
Jangan Pernah Ucapkan 10 Hal Ini Saat Leadership Interview!!<p style="text-align: left;">Saya tahu Leadership Interview itu susah. Satu kalimat saja bisa mengubah pandangan orang terhadapmu. Sedikit kesalahan bisa bikin mereka ragu…11 Feb 2025 • Human ResourcesAllTerkait:all bakal bikin
-
BARU di Overtime Talenta: Pengaturan Lembur Kini Lebih Rapi, Jelas, dan Mudah Dikelola!Halo, HR 101 Community! 👋 Lembur sering terlihat sepele, padahal urusannya menyangkut hak karyawan, biaya perusahaan, dan kepercayaan di antara keduanya. Selisih…19 Oct 2026 • Human ResourcesTerkait:payment pembayaran sebelum kalau tanpa
-
Karyawan Kontrak Keluar Sebelum Kontrak Habis, Ada Hak Kompensasi? Yuk Cek!Banyak yang mengira karyawan kontrak yang mengundurkan diri sebelum masa habis kontrak tidak berhak mendapat apa-apa. Faktanya, Anda tetap berhak menerima uang…22 Sep 2026 • Human Resourcespkwt-karyawankontrak-hakpekerja-ketenagakerjaanTerkait:bayar sebelum resign
-
10 HR Tips untuk Meningkatkan Kinerja dan Budaya PerusahaanSumber daya manusia (SDM) adalah aset paling berharga dalam sebuah perusahaan. Ketika pengelolaan HR dilakukan dengan tepat, bukan hanya kinerja meningkat—tapi budaya…7 Jan 2026 • Human ResourcesAllTerkait:all tapi
-
21 Kriteria Tempat Kerja Ideal. Perusahaan Kamu Sudah Seperti Ini?Puluhan tahun jadi karyawan emang ga bosen? Saya pribadi sudah hampir 20 tahun jadi karyawan di berbagai perusahaan. Merasakan enak dan ga…28 Oct 2026 • Human ResourcesAllTerkait:all tanpa
-
Loan Management Talenta Kini Mendukung Kontribusi Perusahaan untuk Pinjaman KaryawanHighlights Pengaturan fitur Loan Coverage Management dapat diakses melalui: Settings → Finance → Loan → Create/Edit Policy dan penggunaan fitur dapat diakses…28 Oct 2026 • Human ResourcesTerkait:payment pembayaran sebelum tanpa
-
Capek Pindah-Pindah Platform Buat Booking Tiket & Akomodasi Business Trip? Satukan Semuanya di Mekari Expense! ✈️🤩Halo, HR 101 Community! 👋 Pernah nggak sih tim HR lagi sibuk-sibuknya, terus ditambah pusing karena harus ngurusin business trips karyawan? Seringnya,…20 Aug 2026 • Human ResourcesTerkait:pembayaran gak kalau tanpa capek
