Home / Topics / IT/Developers / LCNC vs Vibe Coding
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 5 months, 2 weeks ago by
AKHMAD.
LCNC vs Vibe Coding
May 15, 2026 at 9:14 am-
-
Up::0
Sejak vibe coding mulai ramai dibicarakan tahun lalu, banyak yang langsung membandingkannya dengan LCNC seolah keduanya bersaing untuk hal yang sama. Padahal menurut saya, keduanya lebih tepat dilihat sebagai dua tools yang menjawab kebutuhan berbeda.
Vibe coding pada dasarnya adalah menulis software, atau umumnya kita sebut ngoding, dengan menggunakan bahasa natural, lalu AI yang generate kode-nya. Cocok banget untuk prototyping yang cepat, eksperimen, atau membangun tools sederhana untuk kebutuhan sendiri. Andrej Karpathy yang mempopulerkan istilah ini sendiri bilang bahwa ini ideal untuk “throwaway weekend projects”. Dan memang, saya sendiri pun merasakan kecepatan iterasinya yang luar biasa untuk konteks tersebut.
Tapi ada trade-off yang sering kurang dibahas dimana hasil yang diberikan oleh AI tetap berupa kode yang perlu di-maintain, di-debug, dan di-secure secara mandiri. Kalau yang melakukan hal ini bukan merupakan seorang developer, mungkin saja bisa jadi masalah serius beberapa bulan ke depan ketika ada yang kode yang broken atau kebutuhan bisnis berubah. Belum lagi soal keamanan, beberapa studi menemukan bahwa sebagian besar kode yang di-generate AI mengandung vulnerability yang tidak terdeteksi saat build.
LCNC bekerja dengan cara yang berbeda. Bukan generate kode, tapi menyediakan environment visual yang terstruktur di mana logika bisnis, integrasi sistem, dan governance sudah dikelola oleh platformnya. Tidak ada kode yang perlu di-maintain secara manual, update ditangani platform, dan tim IT tetap punya visibilitas penuh terhadap apa yang dibangun di dalam sistem.
Hal ini lah yang menurut saya membuat LCNC lebih relevan untuk konteks enterprise, di mana ada compliance, role permission, audit trail, dan kebutuhan kolaborasi lintas tim yang tidak bisa dikompromikan. Platform seperti Mekari Officeless misalnya, memang didesain untuk skenario ini, di mana business user bisa build sesuatu yang fungsional tanpa harus keluar dari governance yang sudah ditetapkan IT.
Bukan berarti salah satu lebih superior, vibe coding tentu saja punya tempat yang jelas untuk eksplorasi dan prototyping. Di lain sisi, LCNC lebih masuk akal untuk deployment yang perlu bertahan lama dan dipakai banyak orang.
Apakah dari teman-teman ada yang sudah coba keduanya di konteks pekerjaan sehari-hari? Apakah vibe coding sudah masuk ke workflow tim IT kalian, atau masih terlalu experimental untuk production-use? Share opini kalian di sini yaa!
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
IT Backlog Makin Menumpuk? Inilah Mengapa LCNC Jadi Solusi Wajib Perusahaan Indonesia di 2026Ini skenario yang sering banget terjadi di perusahaan Indonesia yang sedang tumbuh dimana tim IT dapat request dari Finance, Operasional, dan HR…21 May 2026 • IT/Developersautomation citizen-developer digital-transformation it-backlogTerkait:citizen developer lcnc low code mekari officeless coding ada
-
Choosing the Right LCNC: My Research on Finding the Most Compatible Platform for IndonesiaHalo Rekan IT & Developers! 👋 Belakangan ini saya melakukan benchmarking terhadap berbagai platform Low-Code No-Code (LCNC) terkemuka. Tujuannya satu: menemukan platform yang…19 May 2026 • IT/Developerscomparison indonesia lcnc microsoftTerkait:comparison lcnc coding ada kebutuhan konteks
-
AI Agent Lagi Ramai Dibahas, Tapi Apa Bedanya dengan Automation yang Sudah Ada?Belakangan ini AI agent jadi salah satu topik yang paling sering muncul di konferensi teknologi dan artikel IT. Tapi dari beberapa diskusi…19 May 2026 • IT/Developersai-agent automation digital-transformation enterpriseTerkait:lcnc mekari officeless ada keduanya sendiri konteks
-
PowerApps vs Mekari Officeless: Mana yang Lebih Cocok untuk Perusahaan Indonesia?Lately saya lagi banyak ngebandingin beberapa platform LCNC, dan dua yang paling menarik perhatian saya belakangan ini adalah PowerApps sama Mekari Officeless.…21 May 2026 • IT/Developerscomparison lcnc low-code mekari-officelessTerkait:comparison lcnc low code mekari officeless ada kebutuhan
-
Untuk Workflow Internal, Pilih Officeless atau LCNC Lain?Saya sedang mencoba memahami pilihan platform low-code/no-code untuk kebutuhan workflow internal perusahaan, seperti approval, request lintas divisi, tracking proses, sampai aplikasi operasional…21 May 2026 • IT/Developersdigital-transformation enterprise-apps internal-tools low-codeTerkait:low code mekari officeless lcnc ada kebutuhan hal
-
Aplikasi Lama Tidak Bisa Tumbuh Bareng Bisnis? Ini Cara Perusahaan Gadai & Investasi Skala Nasional dengan OfficelessAda satu masalah yang jarang dibahas secara terbuka di perusahaan yang sedang tumbuh pesat: sistem internal yang dibangun dulu, tidak selalu bisa…21 May 2026 • IT/Developersapproval-workflow article-insight citizen-developer digital-transformationTerkait:citizen developer lcnc mekari officeless ada kebutuhan perlu
-
Emang Iya Low-Code Bikin Developer Tergantikan?Setiap kali topik low-code muncul, responsnya sering terbagi dua. Ada yang melihatnya sebagai cara mempercepat digitalisasi. Tapi ada juga yang langsung bertanya,…21 May 2026 • IT/Developersautomation developer internal-tools it-productivityTerkait:low code mekari officeless coding ada kebutuhan konteks
-
Unpopular Opinion: Shadow IT Itu Bukan Masalah. Ini GejalanyaHampir semua perusahaan di Indonesia, atau bahkan dunia mungkin saja punya shadow IT. Karyawan pakai Google Sheet untuk hal-hal yang seharusnya masuk…21 May 2026 • IT/Developersit-backlog it-governance lcnc mekari-officelessTerkait:lcnc mekari officeless ada kebutuhan sendiri hal
-
Build, Buy, or Extend? Pilih Strategi Digitalisasi Proses InternalSaat sebuah proses internal mulai terasa terlalu manual, biasanya pertanyaan pertama yang muncul adalah, “Kita perlu sistem baru, ya?” Tapi setelah itu,…21 May 2026 • IT/Developersbuild-vs-buy digital-transformation enterprise-software internal-toolsTerkait:low code mekari officeless ada kebutuhan sendiri perlu
-
Approval Masih Lewat Chat? Saatnya Rapikan WorkflowDi banyak perusahaan, proses approval masih dimulai dari chat. Request dikirim lewat WhatsApp, dokumen dilampirkan manual, lalu tim tinggal menunggu atasan…25 May 2026 • IT/Developersapproval business-process low-code mekari-officelessTerkait:low code mekari officeless kebutuhan mana hal tim
-
Mengapa “Composable Enterprise” Adalah Arsitektur Masa Depan (Dan Peran LCNC Sebagai Lemnya)Halo Rekans IT & Developers! 👋 Dalam proses menyusun strategi arsitektur IT dan merancang paket solusi enterprise belakangan ini, saya mengamati satu…21 May 2026 • IT/Developersarsitektur composable enterprise erpTerkait:lcnc coding kode ada perlu tim
-
🏆 Officeless Monthly Challenge — Winner Spotlight 🚀Halo Mekari Community! 👋 Setelah berlangsungnya Officeless Monthly Challenge, kami ingin mengapresiasi salah satu submission terbaik yang berhasil menunjukkan implementasi nyata…16 Jul 2026 • IT/Developersautomation credit-scoring low-code mekari-officelessTerkait:low code mekari officeless
