Home / Topics / Finance & Tax / Apindo: Penundaan Pajak Marketplace Sinyal Positif dari Sikap Pemerintah
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 2 months, 3 weeks ago by
Lia.
Apindo: Penundaan Pajak Marketplace Sinyal Positif dari Sikap Pemerintah
August 7, 2026 at 10:43 am-
-
Up::0
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai penundaan pungutan pajak pedagang online oleh platform lokapasar (marketplace) menjadi sinyal positif atas sikap pemerintah yang adaptif.
Untuk diketahui, Kementerian Keuangan memutuskan untuk menunda pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 pedagang yang berjualan di platform lokapasar oleh Tokopedia, Shopee, Lazada dan Blibli. Alasan kondisi ekonomi menjadi latar belakang otoritas fiskal menunda implementasinya ke 1 November 2026.
“Kami mengapresiasi Pemerintah yang memutuskan untuk menunda pelaksanaan kebijakan ini dan memandang dinamika ini sebagai sinyal positif bahwa Pemerintah bersikap adaptif, memprioritaskan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” terang Ketua Komite Perpajakan Apindo Siddhi Widyaprathama kepada Bisnis, Kamis (6/8/2026).
Usai penundaan ini, Siddhi menyampaikan bahwa perlu ada tindak lanjut secara teknis operasional terkait dengan pungutan PPh pasal 22 yang sudah terlanjur dipungut.
Sebab, awalnya Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) telah menerapkan pemungutan pajak ini pada 1 Agustus 2026 melalui empat marketplace yang sudah ditunjuk sebelumnya.
“Tentu ada yang perlu ditindaklanjuti dengan pungutan PPh yang sudah dilakukan dalam lima hari terakhir agar dapat dipulihkan kembali ke situasi semula,” lanjutnya.
Adapun DJP Kemenkeu mengumumkan bahwa pemungutan PPh pasal 22 pedagang di lokapasar baru akan diberlakukan pada 1 November 2026. Dari awalnya implementasi awal Agustus, kebijakan ini ditunda sampai dengan 31 Oktober 2026.
Implementasi pemungutan PPh pedagang online lewat platform e-commerce ini sudah ditunda lebih dari satu kali. Awalnya, DJP telah menunjuk Tokopedia, Shopee, Lazada dan Blibli untuk mulai memungut PPh pasal 22 pedagang pada 1 Agustus 2026, meski aturannya sudah terbit sejak 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penundaan ini dilakukan karena kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Untuk itu, otoritas pajak yang berada di bawah naungan Purbaya memutuskan agar kebijakan ini ditunda sampai 31 Oktober 2026.
“Pemungutan PPh Pasal 22 berdasarkan ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 November 2026,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu, Inge Diana Rismawanti pada pengumuman tertulis, Rabu (5/8/2026).
Usai ditunda, Inge menyebut pihaknya akan mencabut Keputusan Direktur Jenderal Pajak sebelumnya yang telah diterbitkan mengenai penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh pasal 22. Oleh karena itu, DJP akan melakukan penunjukan kembali.
Sementara itu, PPh pasal 22 yang telah dipungut oleh marketplace dari pedagang sebagaimana implementasi 1 Agustus 2026 lalu akan dikembalikan oleh marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan Blibli.
“Penundaan ini tidak mengubah substansi kebijakan, melainkan hanya menunda waktu pemberlakuannya,” terang Inge.
Menkeu Purbaya menyebut penundaan ini tidak lepas dari kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat yang belum membaik sepenuhnya. Salah satu indikasi adalah pertumbuhan ekonomi kuartal II/2026 yang hanya mencapai 5,29% (YoY). Laju pertumbuhan ini lebih rendah dari capaian pada kuartal I/2026 yakni 5,61% (YoY).
-
Menurut saya, penundaan ini memang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk melakukan persiapan lebih matang. Namun, yang tidak kalah penting adalah mekanisme pengembalian PPh 22 yang sudah terlanjur dipungut sejak 1 Agustus. Dari sisi accounting dan tax, perlu ada kejelasan bagaimana proses refund tersebut dicatat, bagaimana penyesuaian bukti pungut dilakukan, dan bagaimana memastikan tidak terjadi perbedaan data antara marketplace, penjual, dan administrasi perpajakan. Semoga masa penundaan ini dapat dimanfaatkan untuk memperjelas aspek teknis tersebut.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:tax perpajakan pemerintah pajak 2026 pph
-
Tak Semua Penjual Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada Kena Pajak Mulai 1 Agustus, Ini KriterianyaKementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberlakukan pemungutan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau e-commerce pada 1 Agustus 2026.…2 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:pajak marketplace perpajakan marketplace pemerintah pajak 2026
-
📢 Kelanjutan PMK 37/2025: Membedah Sisi Administrasi & Validasi Dokumen “Prepaid Tax” Merchant per 1 Agustus 2026 (BagiRekan-rekan Fintax Community, Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan 4 raksasa marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli) sebagai pemungut PPh Pasal 22…6 Aug 2026 • Finance & Taxpmk37Terkait:tax perpajakan marketplace pajak 2026 pph
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:tax perpajakan pajak pph
-
Pertumbuhan PPh Pasal 21 Sembilan Belas PersenHalo rekan-rekan FinTax Community, Capaian pertumbuhan penerimaan Pajak Penghasilan Pasal dua puluh satu sebesar sembilan belas persen secara tahunan hingga akhir September…14 Oct 2026 • Finance & Taxpph21Terkait:sinyal positif tax perpajakan positif sinyal pajak
-
📢 Hot Issue: PMK 37/2025 & Babak Baru PPh 22 Marketplace Per 1 Agustus 2026. Siapkah Infrastruktur FAT Kita?Rekan-rekan Fintax Community, Pagi ini kita disuguhkan rilis berita resmi mengenai penunjukan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli sebagai pemungut PPh Pasal 22…2 Jul 2026 • Finance & Taxpph-22Terkait:tax marketplace pajak 2026 pph pasal
-
Perluasan Insentif PPh 21 DTP 2027 ke Seluruh SektorHalo rekan-rekan FinTax Community, Rencana pemerintah untuk memperluas cakupan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal dua puluh satu Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi karyawan…5 Oct 2026 • Finance & Taxpph-21-dtp-2027Terkait:sinyal positif tax pemerintah positif sinyal pajak
-
Tokopedia Buka Menu Tax Exemption Per 13 JuliHalo rekan-rekan FinTax Community, Hari ini, 13 Juli 2026, Tokopedia resmi membuka keran pengajuan pembebasan pemotongan PPh melalui menu baru di Seller…13 Jul 2026 • Finance & Taxtax-exemptionTerkait:tax perpajakan marketplace pajak 2026 pph
-
Guys, Target Tax Ratio 2026 Mau Tembus 10,47%! Gimmick Atau Realita?Oke, jadi pemerintah udah ngumumin target tax ratio buat 2026 bakal naik ke 10,47%. Naik dikit sih dari tahun ini yang ditargetin…21 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:tax perpajakan pemerintah pajak 2026 ekonomi
-
INFO TERBARU – Pajak Kripto & Emas Diatur Ulang Mulai 1 Agustus 2025Hey Fintax People! Kalian yang aktif di dunia investasi kripto atau emas, siap-siap update nih! 🧾⚖️ Per 1 Agustus 2025, ada aturan…1 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:perpajakan pemerintah positif pajak 2026 pph
-
Pembatasan Permohonan Pengurangan/Pembatalan Ketetapan Pajak dalam PMK 71/2026:Halo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor tujuh puluh satu tahun dua ribu dua puluh enam—sebagai penyempurnaan atas PMK seratus…21 Oct 2026 • Finance & Taxpmk71Terkait:tax perpajakan pajak 2026 pasal djp
-
PMK 71/2026 dan Reformasi Prosedur Keberatan PajakHalo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor tujuh puluh satu tahun dua ribu dua puluh enam sebagai revisi atas PMK…8 Oct 2026 • Finance & Taxpmk-71Terkait:tax perpajakan pajak 2026 ekonomi djp
