Home / Topics / Finance & Tax / Jangan Cuma Lihat Yield, Pahami Juga Risikonya
- This topic has 9 replies, 3 voices, and was last updated 1 day, 18 hours ago by
Finance Accounting and Tax Manager.
Jangan Cuma Lihat Yield, Pahami Juga Risikonya
September 24, 2026 at 5:06 pm-
-
Up::0
Kalau bicara soal investasi fixed income, mungkin yang pertama kali kita lihat adalah berapa yield yang ditawarkan.
Semakin tinggi angkanya, biasanya semakin menarik perhatian.
Tapi ternyata, melihat fixed income tidak cukup hanya dari angka yield. Apalagi ketika suku bunga berada di level yang relatif tinggi. Justru di kondisi seperti ini, kita perlu lebih teliti melihat tiga hal: carry, valuation, dan security selection.
Kenapa tiga hal ini penting?
1. Carry: pendapatan yang kita dapat selama memegang obligasi
Carry sederhananya adalah pendapatan yang kita peroleh dari memegang suatu instrumen fixed income.
Misalnya ada obligasi dengan yield yang cukup menarik. Kalau instrumen tersebut memiliki penerbit yang sehat dan risikonya masih sesuai dengan profil investor, pendapatan dari kupon atau yield tersebut bisa menjadi salah satu sumber return yang diperhitungkan.
Tapi jangan berhenti di angka.
Yield tinggi juga bisa menjadi sinyal bahwa pasar sedang memberikan kompensasi atas risiko tertentu. Jadi pertanyaannya bukan hanya:
“Berapa yield-nya?”
Tetapi juga:
“Kenapa yield-nya setinggi itu?”
Menurut saya, pertanyaan kedua justru sering lebih penting.
2. Valuation: apakah harganya sudah masuk akal?
Dalam pekerjaan Finance, kita terbiasa membandingkan angka sebelum mengambil keputusan.
Begitu juga dalam fixed income.
Kita perlu melihat apakah harga suatu obligasi sudah mencerminkan risiko dan potensi return yang ditawarkan.
Dua instrumen bisa sama-sama menawarkan yield menarik, tetapi belum tentu memiliki tingkat risiko yang sama.
Karena itu, jangan hanya melihat angka return. Perlu dilihat juga kondisi penerbit, tenor, kualitas kredit, kondisi ekonomi, inflasi, suku bunga, sampai kondisi pasar secara keseluruhan.
Return yang tinggi belum tentu murah kalau risikonya juga tinggi.
3. Security Selection: memilih instrumen dengan lebih teliti
Pasar fixed income Asia cukup beragam. Setiap negara memiliki kondisi ekonomi, kebijakan moneter, nilai tukar, dan karakteristik pasar yang berbeda.
Artinya, pemilihan instrumen menjadi penting.
Bukan berarti kita harus menjadi ahli pasar obligasi terlebih dahulu. Tetapi setidaknya kita perlu memahami apa yang sebenarnya kita beli.
Siapa penerbitnya?
Bagaimana kemampuan membayar kewajibannya?
Berapa lama jatuh temponya?
Seberapa likuid instrumennya?
Dan yang paling penting, apakah potensi return-nya sebanding dengan risiko yang kita ambil?
Buat saya, cara berpikir ini sebenarnya mirip dengan saat kita membaca laporan keuangan perusahaan.
Kita tidak mungkin menilai kondisi perusahaan hanya dari omzet. Kita perlu melihat laba, arus kas, kewajiban, dan berbagai indikator lainnya.
Di fixed income pun jangan hanya terpaku pada satu angka.
Lalu apa hubungannya dengan Finance?
Menurut saya cukup dekat.
Dalam pekerjaan Finance, kita selalu berhadapan dengan keputusan: uang ditempatkan di mana, kapan digunakan, berapa kebutuhan kas, dan apa risikonya kalau keputusan tersebut salah.
Prinsipnya sama: jangan hanya mengejar hasil, tetapi pahami juga risikonya.
Suku bunga yang lebih tinggi memang dapat membuka peluang pada pasar fixed income. Tetapi peluang tersebut tetap perlu dilihat dengan kepala dingin.
Carry bisa menarik. Valuasi perlu diperhitungkan. Dan pemilihan instrumen tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Pada akhirnya, menurut saya investasi yang baik bukan sekadar tentang menemukan angka return yang paling tinggi.
Tetapi tentang memahami:
“Berapa yang bisa saya dapat, apa yang harus saya korbankan, dan risiko apa yang saya tanggung untuk mendapatkannya?”
Ini juga menjadi pengingat dalam pekerjaan Finance sehari-hari. Angka yang terlihat menarik belum tentu menjadi keputusan yang paling tepat kalau kita belum memahami cerita di balik angka tersebut.
Kalau menurut rekan-rekan Mekari Community, ketika melihat instrumen fixed income, hal pertama yang biasanya diperhatikan apa: yield, risiko penerbit, tenor, atau kondisi suku bunga?
Yuk, sharing pengalaman dan sudut pandangnya di kolom komentar. 😊
-
Joko Siyamto
Rockstar
4 Requirements
- Login ke website sebanyak 30 kali
- Balas Thread sebanyak 50 kali
- Buat Thread baru sebanyak 30 kali
- Isi dan selesaikan 10 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:39 amNice, thank you for sharing this information, it’s very helpful!👏🏻👍🏻
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:39 amTerima kasih banyak atas bagikan perspektif dan ulasan yang sangat berbobot ini di forum FinTax Community. Diskusi ini menjadi pengingat berharga bagi para praktisi keuangan untuk selalu mengedepankan analisis risiko yang komprehensif, menjaga kerapian rekonsiliasi investasi, serta memastikan setiap keputusan penempatan kas didasarkan pada cerita utuh di balik angka-angka finansial tersebut.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:43 amPrinsip ini sejajar dengan filosofi penyusunan laporan keuangan: never evaluate a statement by a single metric. Sama halnya seperti omzet tinggi yang belum tentu menghasilkan net profit berkualitas, yield obligasi yang menggiurkan pun belum tentu memberikan keamanan imbal hasil jika tidak dibarengi dengan proteksi modal pokok (principal protection) yang kuat.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:44 amDari kacamata manajemen kas internal, pemilihan tenor dan likuiditas instrumen fixed income harus selaras dengan cash maturity profile perusahaan. Menempatkan dana operasional jangka pendek pada obligasi ber-tenor panjang demi mengejar yield yang sedikit lebih tinggi berisiko menciptakan liquidity mismatch ketika perusahaan membutuhkan likuiditas mendadak di tengah pasar obligasi sekunder yang kurang likuid.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:44 amDalam aspek security selection, ketelitian membedah profil penerbit (issuer) sepadan dengan proses analisis kelayakan kredit (credit underwriting) dalam transaksi bisnis harian. Menelaah rasio cakupan bunga (interest coverage ratio), struktur utang, leverage, serta kemampuan generasi arus kas bebas (free cash flow) penerbit obligasi adalah fondasi mutlak sebelum menempatkan dana kas idle perusahaan.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:44 amUlasan yang disampaikan oleh Kak Lia mengenai pentingnya membedah instrumen fixed income secara komprehensif membuka ruang diskusi yang sangat krusial bagi para praktisi keuangan dan perpajakan. Di tengah dinamika suku bunga acuan yang dinamis, kecenderungan untuk sekadar mengejar yield tinggi tanpa mengkalkulasi risk-adjusted return sering kali menjadi jebakan manis yang dapat mengganggu stabilitas struktur keuangan.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:44 amDari perspektif Finance, Accounting, and Tax (FAT), pendekatan carry, valuation, dan security selection sejatinya mencerminkan disiplin tata kelola manajemen risiko kas (cash management) korporasi. Yield yang menjulang tinggi sering kali merupakan credit spread yang melebar—sebuah indikator logis bahwa pasar sedang meminta premi risiko atas potensi default, kualitas kredit penerbit yang menurun, atau isu likuiditas pada instrumen tersebut.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:44 amDilihat dari pilar carry, pendapatan kupon obligasi memang menawarkan kepastian cash inflow bagi perusahaan atau investor. Namun, tim FAT wajib mempertimbangkan pula perlakuan perpajakan atas imbal hasil tersebut, seperti pemotongan PPh Final atas bunga obligasi, agar perhitungan net carrying yield yang masuk ke dalam kas perusahaan benar-benar mencerminkan angka bersih yang dapat direalisasikan.
-
Finance Accounting and Tax Manager
Pionner
5 Requirements
- Login ke website sebanyak 20 kali
- Balas Thread sebanyak 30 kali
- Buat Thread baru sebanyak 15 kali
- Ubah foto profil 1 kali
- Isi dan selesaikan 5 Quiz dengan minimal score 80 sebagai syarat kenaikan Rank
9 replies
37 views
September 25, 2026 at 11:44 amPada pilar valuation, penilaian atas harga obligasi tidak lepas dari pergerakan kurva imbal hasil (yield curve) dan sensitivitas durasi terhadap perubahan suku bunga pasar. Membeli obligasi ber-yield tinggi pada tingkat valuasi yang terdistorsi dapat memicu unrealized mark-to-market loss yang signifikan dalam laporan keuangan, terutama jika instrumen tersebut dikategorikan sebagai available-for-sale atau fair value through profit or loss.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Penerimaan Pajak Januari-Agustus 2026 Naik 24,1%, Estimasi Capai Rp 1.409 TriliunPenerimaan pajak terus menunjukkan kinerja positif hingga Agustus 2026. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, penerimaan pajak secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026…3 Sep 2026 • Finance & TaxTerkait:juga
-
Transisi PSAK 118 dan Kepatuhan Coretax: Strategi Remapping Chart of Accounts (CoA) untuk Mencegah Indikator Risiko FiskHalo rekan-rekan FinTax Community, Peringatan dari praktisi akuntansi Aldion Soeprijono mengenai risiko red flag pada sistem Coretax akibat perubahan format laporan keuangan…13 Aug 2026 • Finance & Taxcoretax psakTerkait:juga
-
Antisipasi Pembaruan SAK 2026–2027: Implikasi Transisi PSAK 118, Akuntansi Instrumen Berbasis ESG, dan Sensitivitas FiskHalo rekan-rekan FinTax Community, Pembaruan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dirilis oleh IAI untuk periode 2026 dan 2027 membawa perubahan arsitektur pelaporan…6 Aug 2026 • Finance & TaxsakTerkait:juga
-
Ditjen Pajak Hadapi Puluhan Ribu Sengketa Pajak, Nilainya Tembus Rp 176 TriliunDirektorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menangani puluhan ribu perkara sengketa pajak hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan Laporan Keuangan Ditjen…4 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:lihat
-
Tak Semua Penjual Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada Kena Pajak Mulai 1 Agustus, Ini KriterianyaKementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberlakukan pemungutan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau e-commerce pada 1 Agustus 2026.…2 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:juga
-
Tokopedia Buka Menu Tax Exemption Per 13 JuliHalo rekan-rekan FinTax Community, Hari ini, 13 Juli 2026, Tokopedia resmi membuka keran pengajuan pembebasan pemotongan PPh melalui menu baru di Seller…13 Jul 2026 • Finance & Taxtax-exemptionTerkait:lihat
-
📢 Kelanjutan PMK 37/2025: Membedah Sisi Administrasi & Validasi Dokumen “Prepaid Tax” Merchant per 1 Agustus 2026 (BagiRekan-rekan Fintax Community, Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan 4 raksasa marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli) sebagai pemungut PPh Pasal 22…6 Aug 2026 • Finance & Taxpmk37Terkait:jangan lihat
-
📢 Hot Issue: PMK 37/2025 & Babak Baru PPh 22 Marketplace Per 1 Agustus 2026. Siapkah Infrastruktur FAT Kita?Rekan-rekan Fintax Community, Pagi ini kita disuguhkan rilis berita resmi mengenai penunjukan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli sebagai pemungut PPh Pasal 22…2 Jul 2026 • Finance & Taxpph-22Terkait:jangan
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun per 16 Juni 2026, Tumbuh 23,4%Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak neto telah mencapai Rp 940,31 triliun hingga 16 Juni 2026. Angka tersebut…18 Jun 2026 • Finance & TaxTerkait:juga
-
Permendag 19/2026: NIB untuk Pedagang e-CommercePermendag 19/2026: NIB sebagai Langkah Penguatan Ekosistem Bisnis Digital Menurut saya, kewajiban Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pedagang e-commerce melalui Permendag 19/2026…18 Jun 2026 • Finance & TaxpermendagTerkait:lihat juga
-
Permendag 19/2026: NIB untuk Pedagang e-Commerce, Langkah Menuju Ekosistem Digital yang Lebih TertataMenurut saya, penerapan kewajiban Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pedagang di e-commerce melalui Permendag 19/2026 menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan…18 Jun 2026 • Finance & TaxpermendagTerkait:juga
-
Pemerintah Perketat Restitusi Pajak Bermasalah, Penerimaan Negara Melonjak 16,1%Pemerintah akan menahan sementara pencairan restitusi pajak yang dinilai bermasalah atau belum terverifikasi guna mencegah potensi kebocoran penerimaan negara. Meski demikian, pemerintah…8 Jun 2026 • Finance & TaxTerkait:cuma lihat juga