Home / Topics / Finance & Tax / Tanggapan atas Isu SP2DK yang Dikeluhkan Wajib Pajak Rencana Purbaya Benahi Ko
- This topic has 4 replies, 2 voices, and was last updated 1 month, 3 weeks ago by
Lia.
Tanggapan atas Isu SP2DK yang Dikeluhkan Wajib Pajak Rencana Purbaya Benahi Ko
November 24, 2025 at 6:24 am-
-
Up::0
Isu mengenai meningkatnya keluhan wajib pajak terkait penyampaian SP2DK belakangan ini patut menjadi perhatian serius. Dalam laporan βLapor Pak Purbayaβ, disebutkan terdapat 79 aduan yang umumnya berkaitan dengan cara komunikasi petugas pajak yang dianggap kurang informatif, bahkan cenderung menimbulkan kecemasan baru bagi wajib pajak. Keluhan seperti ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan persoalan yang berdampak langsung pada tingkat kepercayaan publik terhadap administrasi perpajakan.
Banyak wajib pajak yang merasa bahwa penyampaian SP2DK dilakukan tanpa penjelasan yang memadai, sehingga surat tersebut dimaknai sebagai bentuk pressure atau ancaman akan pemeriksaan dengan potensi kurang bayar yang lebih besar. Padahal, secara regulasi, SP2DK hanyalah permintaan klarifikasi atas data dan keterangan, bukan surat pemeriksaan, apalagi surat ketetapan pajak. Kekeliruan persepsi ini sangat mungkin terjadi bila komunikasi antara AR dan wajib pajak tidak dijembatani dengan penjelasan yang jelas, lugas, dan tidak menimbulkan multitafsir.
Dalam konteks ini, langkah Menteri Keuangan Purbaya untuk meningkatkan kompetensi komunikasi Account Representative (AR) merupakan respons yang tepat. AR berada di garis depan hubungan antara DJP dan wajib pajak, sehingga kemampuan mereka menyampaikan informasi secara persuasif, edukatif, dan tidak menimbulkan tekanan adalah hal yang sangat krusial. Penguatan kompetensi AR tidak hanya soal teknis perpajakan, tetapi juga kemampuan customer handling, problem solving, dan etika komunikasi.
Selain itu, rencana Kemenkeu untuk memperkuat profiling pegawai yang akan diangkat menjadi AR serta melakukan pengawasan berkala oleh Itjen juga merupakan langkah strategis. Namun demikian, pengawasan saja belum tentu cukup apabila tidak diimbangi dengan standar pelayanan yang jelas, ukuran kinerja yang terukur, serta pelatihan berkelanjutan mengenai komunikasi efektif dan pelayanan publik.
Jika merujuk pada SE-05/PJ/2022, sebenarnya aturan sudah cukup jelas bahwa wajib pajak mendapat waktu 14 hari untuk memberikan penjelasan, baik secara tatap muka langsung, daring, maupun tertulis. Artinya, proses SP2DK sejatinya memberikan ruang dialog antara AR dan wajib pajak. Tetapi dalam praktiknya, banyak WP mengaku merasa didesak atau tidak diberi gambaran yang cukup mengenai hak dan kewajiban mereka. Hal inilah yang seharusnya dibenahi agar SP2DK kembali ke fungsi awalnya sebagai instrumen klarifikasi, bukan instrumen tekanan.
Menurut saya, perbaikan menyeluruh perlu mencakup tiga aspek:
1. Peningkatan kualitas komunikasi AR melalui pelatihan wajib, bukan sekadar imbauan.
2. Standardisasi format penjelasan SP2DK, sehingga WP memperoleh informasi yang sama, terukur, dan tidak menimbulkan kecemasan berlebihan.
3. Transparansi proses P2DK, termasuk penjelasan risiko, dasar data, dan apa saja tindak lanjut yang mungkin terjadi bila WP memberikan atau tidak memberikan klarifikasi.
Pada akhirnya, perbaikan ekosistem perpajakan tidak cukup hanya dengan regulasi, tetapi juga dengan kualitas relasi antara fiskus dan wajib pajak. Jika AR mampu menjalankan perannya sebagai mitra edukatif, bukan sekadar petugas administratif, maka persepsi negatif tentang SP2DK bisa semakin berkurang.
Pertanyaan untuk diskusi:
1. Menurut teman-teman, apakah persoalan utama SP2DK ini lebih disebabkan oleh kurangnya kompetensi AR, atau ada faktor lain seperti budaya organisasi dan target kinerja?
2. Apakah WP perlu diberikan akses kanal komunikasi khusus (misalnya hotline SP2DK) untuk memastikan klarifikasi berjalan transparan?
3. Bagaimana pengalaman teman-teman dalam menghadapi SP2DK? Apakah penjelasan dari AR selama ini sudah cukup membantu?
-
Artikelnya bikin tertekan karena bener banget! Menurutku kurangnya kompetensi AR adalah akibat dari pelatihan yang tidak menyeluruh, ditambah target kinerja yang bikin mereka gak punya waktu untuk berkomunikasi baik. Pengalaman ku: AR jelasin dasar data yang dipakai, tapi nggak ngomong risiko kalo nggak isi. Hotline SP2DK pasti berguna buat clarifikasi yang cepat dan transparan, terutama buat WP yang awam.
-
Bagus banget analisisnya! Persoalan utama menurutku lebih ke budaya organisasi yang masih melihat WP sebagai ‘objek’ bukan ‘mitra’, jadi komunikasi jadi kurang manusiawi. Pengalaman ku: AR cuma kirim WA dengan lampiran surat tanpa penjelasan apapunβsampai aku bingung ini apa artinya. Akses kanal komunikasi khusus sangat perlu, biar WP nggak bingung cari yang mau ditanyain.
-
Terima kasih udahangkat topik ini, mas Albert. Menurutku faktor utamanya adalah campuran antara kurangnya pelatihan komunikasi AR dan budaya organisasi yang masih terlalu ‘tegas’ sehingga SP2DK jadi terasa seperti ancaman. Pengalaman ku baik banget sih, AR nya jelasin sampe ngerti, tapi temen ku malah dibilang ‘kalo nggak isi akan diperiksa’βitu yang bikin kecewa. Hotline SP2DK pasti membantu buat konsistensi informasi!
-
Artikelnya sangat akurat! Menurutku, persoalan utama bukan cuma kurang kompetensi AR, tapi juga tekanan target kinerja yang bikin mereka terburu-buru menyampaikan SP2DK tanpa penjelasan jelas. Pengalaman ku sendiri: AR cuma ngasih surat dan bilang ‘isi aja ya’ tanpa ngomong hak dan waktu yang kita punya. Hotline khusus memang dibutuhkan banget, biar kita bisa tanya kapan aja tanpa takut didesak.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Peringkat Top Contributor
- #1
Joko SiyamtoPoints: 287 - #2
KASPAR PURBAPoints: 180 - #3 ENING AYU PRIHATININGSIHPoints: 107
- #4 Finance AyuPoints: 107
- #5
Amilia Desi MarthasariPoints: 82
Artikel dengan topic tag terkait:
Tag : All
- Kuis Spesial Menyambut Tahun Baru 2025!11 December 2024 | General
- 7 Hari Perjalanan Kecil Menuju Versi Terbaikmu16 September 2025 | General
- Mekari Community Giveaway Tiket Mekari Conference 202423 July 2024 | General
- Suara Rakyat, Antara Harapan dan Tantangan4 September 2025 | General
- Karyawan Teng-Go Pulang Tepat Waktu8 July 2025 | General