Home / Topics / Finance & Tax / Dilema Kemajuan Software Accounting
- This topic has 5 replies, 6 voices, and was last updated 4 months ago by
Mochamad Giri Irawan.
Dilema Kemajuan Software Accounting
May 2, 2024 at 10:17 am-
-
Up::2
Software akuntansi menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk membantu pekerjaan akuntan. mulai dari yang berbasis database sampai berbasis yang berbasis Cloud. Perkembangan teknologi dan juga pasar, menuntut para Developer software untuk mengembangkan software secanggih mungkin agar mudah digunakan oleh user.
Tapi hal ini juga menjadi dilema bagi seorang akuntan, proses pembukuan juga semakin mudah, sehingga akan sangat berkemungkinan bisa dikerjakan oleh anak yang tidak memiliki basic akuntansi, (bukan berarti menyampingkan keilmuan akuntansi) , karena sangat canggihnya software akuntansi pada jaman ini membuat proses pembukuan, rekonsiliasi dll jadi mudah.
Disisi management perusahaan, ada kemungkinan untuk tidak meng Hire karyawan yang tidak memiliki Basic akuntansi DIII, ataupun S1 yang dimana akan di gaji cukup tinggi. pemilik perusahaan mungkin akan mencari anak tamatan SMA atau SMK yang bisa di gaji di bawah gaji anak tamatan DIII atau S1 pada umumnya. Hanya cukup mengarahkan beberapa step step akuntansi . Bahkan juga sudah diberikan panduannya.
Belajar dari Pengalaman di tahun 2011-2013, Penulis masih menggunakan Excel untuk melakukan Proses pembukuan, mulai dari pembuatan rumus, sum, if, dll sampai logika akuntansi, yang di kenal dengan EFA ( Excel For Accounting) ,
Sangat sulit untuk menghitung sebagai contoh: penyusutan, rekonsiliasi, HPP, Jurnal Penutup, dengan adanya software accounting, Terutama Jurnal.id hehehe. semua kesulitan akan terasa mudah. untuk proses sangat sampang dikerjakan oleh orang yang sedikit memiliki basic akuntansi atau mungkin tidak memiliki basic sama sekali. (Mungkin ya)
nah disinilah kita para akuntan, terutama Penulis untuk mengembangkan potensi diri, dengan adanya Jurnal.id bisa meningkatkan kemampuan, skill, analisis, reporting, mungkin juga bisa Consulting.
Bagaimana dengan teman teman akuntan lainnya? hehe.
-
Waah ada mas Riza nih 🔥🔥
-
Halo pak riza salam kenal.. Sy setuju dgn pernyataan bapak di atas, kalau jaman skrg sudah semakin canggih khususnya untuk aktivitas akuntansi sudah smkin gampang karena udh ada byk aplikasi pendukung. Sy sendiri bkn org yg memiliki back ground akunting hehehe jd skrg lg bljr u/analisis dan menulis laporan sja
-
Menarik sekali sudut pandangnya Pak Riza, izin menambahkan ya.
Dengan adanya software akuntansi, apalagi yang tampilannya user friendly, memudahkan user bahkan yang tidak punya background akuntansi untuk mengoperasikannya. Atau lebih tepatnya input data.
Namun di sisi lain. Penggunaan software ini tak semata-mata bisa langsung pakai. Perlu ada set up awal. Membuat COA yang relevan; membuat flow akuntansi mulai dari input, controlling, reporting, hingga auditing; setup database pendukung yang dibutuhkan. Pengalaman saya dalam set up Jurnal di awal memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang saya lupa / tidak tahu harus di set up di awal, ternyata di pertengahan menjadi masalah, contohnya akun-akun yang terkait pajak.
Lalu perlu mengedukasi user bagaimana input di aplikasi, apa yang boleh dan tidak boleh. Menjelaskan flow kerja, pembagian tugas, pelaporan, dan sebagainya. Belum lagi kalau perlu ada custom template atau custom report. Hal ini dikerjakan sebelum implementasi Jurnal.id.
Dan perlu digarisbawahi, dalam proses set up ini trainer dari Jurnal bisa membantu, namun tidak sepenuhnya. Bagaimana maksudnya? Hal-hal terkait aplikasi, bagaimana setting di Jurnal.id, sudah pasti dibantu. Namun untuk membuat SOP, flow kerja, custom report, dan sebagainya. Perlu ada personil internal yang paham akuntansi untuk menyiapkannya.
Kemudian setelah implementasi Jurnal, tahun buku berjalan. Pastinya ada masalah yang timbul karena pasti ada proses adaptasi. Ada salah input, salah setup awal, fitur Jurnal yang tidak support kebutuhan internal perusahaan, human error, dan sebagainya. Pasti ada masalah, namanya juga hidup… hehe.
Namun secara umum, dengan segala kerepotan dan permsalahan yang dihadapi ketika setup dan implementasi Jurnal.id. Semua itu terbayarkan dengan kemudahan, integrasi yang dihadirkan oleh software berbasis cloud ini. Jauh lebih mudah dari aplikasi accounting offline yang tadinya kami pakai. Sebagai contoh, kami tidak perlu menunggu/meminta bagian lain untuk mengirim data, kami tidak punya data transaksi yang tersebar di beberapa PC (semuanya terpusat di cloud), aktivitas semua orang terkait transaksi menjadi terpantau (bahkan oleh owner).
Pasti ada pro dan kontra dari Jurnal.id. Saya yakin aplikasi ini masih punya banyak ruang untuk pengembangan. Apalagi dengan hadirnya Mekari Community, dimana pihak perusahaan (Mekari) bersedia mendengar keluh kesah dari para usernya. And if you know, user is part of R&D and Marketing of the company. And in the end of the day, it is user that paid for your employees sallary.
Thank you.
-
Setuju sekali dengan tambahan dari Pak Rizki. Meskipun Jurnal.id dan software sejenis menawarkan kemudahan input, proses setup awal yang benar dan pemahaman alur akuntansi yang solid tetap krusial. Membuat COA yang relevan, merancang flow yang efektif, dan memastikan integrasi data yang tepat memerlukan pemahaman akuntansi yang mendalam. Software hanyalah alat; keahlian akuntanlah yang menentukan kualitas outputnya.
-
Setuju.
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…15 Feb 2026 • Finance & TaxAllTerkait:accounting
-
[DISKUSI] PER-15/PJ/2025: Siapa Aja Nih E-Commerce yang Bakal Kena Wajib Setor PHey Sobat Fintax! 👋 Baru aja keluar aturan baru dari DJP yang cukup ngefek banget ke dunia e-commerce nih. Namanya PER-15/PJ/2025, efektif…8 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:accounting
-
World Bank Prediksi Ekonomi Indonesia Stagnan di 5% hingga Tahun DepanWorld Bank kembali merilis laporan Indonesia Economic Prospects edisi Desember 2025 yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di level 5% pada…18 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:dilema
-
Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp 43,75 Triliun Hingga Oktober 2025Teman-teman Fintax Community, saya ingin mengangkat topik menarik terkait perkembangan penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital yang dirilis pemerintah per Oktober 2025.…16 Feb 2026 • Finance & TaxAllTerkait:software
-
Di Tengah Maraknya Software AkuntansiDalam beberapa tahun terakhir, dunia bisnis dan keuangan di Indonesia maupun global mengalami transformasi besar yang ditandai dengan maraknya penggunaan software akuntansi.…27 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:software
-
Risiko Tak Penuhi Kewajiban Pajak: Jangan Tunggu Sanksi DatangKepatuhan pajak adalah wujud nyata tanggung jawab setiap wajib pajak terhadap negara. Namun, masih banyak pelaku usaha dan individu yang menunda…8 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:kemajuan
-
Kenali Tarif Bunga Dunia Usaha & Peraturan Perpajakan TerkiniPernah nggak sih kita merasa denda pajak “kok bisa segini besar, padahal telatnya cuma beberapa hari”? Nah, salah satu penyebabnya adalah perubahan…6 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:accounting
-
Tantangan & Inovasi di Era Transformasi Digital 2025Halo para FinTax People! 👋 Perkembangan di dunia finance dan tax bergerak begitu cepat, apalagi dengan adanya berbagai regulasi baru dan adopsi teknologi yang masif. Mengingat Current…25 Sep 2025 • Finance & TaxAllTerkait:software
-
Strategi Pemerintah dalam Penempatan Dana Rp200 Triliun di BankPemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mempersiapkan regulasi penting terkait penempatan dana sebesar Rp200 triliun yang berasal dari sisa anggaran (SAL)…12 Sep 2025 • Finance & TaxAllTerkait:kemajuan
-
Hal-Hal Kecil dalam Keuangan dan Pajak yang Diam-diam Bisa Mengubah HidupTopik ini mengingatkan saya bahwa dalam dunia keuangan dan perpajakan pun, perubahan besar jarang terjadi dalam satu malam. Justru, kehidupan finansial dan…3 Sep 2025 • Finance & TaxAllTerkait:accounting
-
Mengapa Literasi Finansial, Pajak, dan Investasi Penting untuk Masa Depan Kita?<p style="text-align: left;">Di era modern, arus informasi tentang keuangan semakin deras. Setiap hari kita disuguhkan berbagai tawaran investasi, tren bisnis, hingga update…16 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:software
-
Marketplace Dipungut PPh 22? Ini Kriteria & Cara KreditnyaHalo teman-teman Fintax Community! 👋 Gue mau share & diskusi nih soal update terbaru dari DJP yang menurut gue cukup penting buat…8 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:accounting