Home / Topics / Finance & Tax / Optimalisasi Pajak Perusahaan dengan Fasilitas Pasal 31E UU PPh
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 6 months ago by
AKHMAD.
Optimalisasi Pajak Perusahaan dengan Fasilitas Pasal 31E UU PPh
March 11, 2026 at 1:06 pm-
-
Up::0
Tidak semua penghasilan yang diperoleh perusahaan secara otomatis dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara penuh. Dalam sistem perpajakan di Indonesia, pemerintah memberikan fasilitas tertentu bagi Wajib Pajak Badan dengan skala usaha yang masih dalam kategori kecil hingga menengah. Salah satu fasilitas tersebut diatur dalam Pasal 31E Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) yang memberikan pengurangan tarif PPh Badan sebesar 50% dari tarif normal untuk bagian tertentu dari penghasilan kena pajak.
Fasilitas ini ditujukan bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri yang memiliki peredaran bruto sampai dengan Rp50 miliar dalam satu tahun pajak. Artinya, perusahaan dengan skala usaha tersebut tidak langsung dikenakan tarif PPh Badan penuh atas seluruh penghasilan kena pajaknya. Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan usaha, pemerintah memberikan keringanan berupa tarif yang lebih rendah untuk sebagian penghasilan.
Secara lebih spesifik, pengurangan tarif sebesar 50% tersebut hanya berlaku untuk bagian Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang berasal dari peredaran bruto sampai dengan Rp4,8 miliar. Dengan kata lain, jika suatu perusahaan memiliki omzet di bawah atau sampai Rp50 miliar dalam satu tahun, maka bagian PKP yang proporsional dengan omzet hingga Rp4,8 miliar dapat dikenakan tarif PPh yang lebih rendah, yaitu setengah dari tarif normal yang berlaku.
Sebagai ilustrasi, apabila tarif PPh Badan normal adalah 22%, maka untuk bagian PKP yang memperoleh fasilitas Pasal 31E, tarif efektif yang dikenakan menjadi 11%. Sementara itu, sisa PKP yang tidak termasuk dalam bagian yang memperoleh fasilitas tetap dikenakan tarif PPh Badan normal. Mekanisme ini membuat penghitungan pajak menjadi lebih proporsional dan memberikan ruang bagi perusahaan untuk berkembang tanpa terbebani tarif pajak yang terlalu tinggi di tahap pertumbuhan usaha.
Ketentuan mengenai penerapan fasilitas Pasal 31E ini juga diperjelas dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-02/PJ/2015, yang memberikan pedoman teknis mengenai cara menghitung bagian Penghasilan Kena Pajak yang berhak mendapatkan pengurangan tarif tersebut. Melalui pedoman ini, Wajib Pajak dapat memahami bagaimana melakukan pengalokasian PKP secara proporsional berdasarkan peredaran bruto yang memenuhi syarat fasilitas.
Memahami skema fasilitas pajak ini sangat penting bagi perusahaan, khususnya bagi bagian keuangan dan perpajakan, agar perhitungan kewajiban pajak dapat dilakukan secara tepat, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh regulasi, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan perencanaan pajak secara legal, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.
Pada akhirnya, fasilitas dalam Pasal 31E UU PPh merupakan salah satu bentuk kebijakan fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan dunia usaha, terutama bagi perusahaan dengan skala usaha menengah yang sedang berkembang. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap aturan ini akan membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban pajaknya secara lebih bijak sekaligus memanfaatkan insentif yang telah disediakan oleh negara.
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:tax perpajakan pajak pasal pph secara
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:tax perpajakan pajak pph penghasilan secara
-
Pertumbuhan PPh Pasal 21 Sembilan Belas PersenHalo rekan-rekan FinTax Community, Capaian pertumbuhan penerimaan Pajak Penghasilan Pasal dua puluh satu sebesar sembilan belas persen secara tahunan hingga akhir September…14 Oct 2026 • Finance & Taxpph21Terkait:tax perpajakan pajak pasal pph tarif
-
📢 Kelanjutan PMK 37/2025: Membedah Sisi Administrasi & Validasi Dokumen “Prepaid Tax” Merchant per 1 Agustus 2026 (BagiRekan-rekan Fintax Community, Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan 4 raksasa marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli) sebagai pemungut PPh Pasal 22…6 Aug 2026 • Finance & Taxpmk37Terkait:tax perpajakan pajak pasal pph tarif
-
Penggantian Jabatan NPWP Sementara (999) Menjadi NIK Valid pada Bukti Potong PPh Pasal 21 Bulanan (BPMP)Dalam rangka mendukung kelancaran pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan proses penggantian identitas secara…3 May 2026 • Finance & Taxpajak-djp-coretax-pph21-spttahunan-spt2025Terkait:perpajakan fasilitas pajak pasal pph penghasilan
-
Tokopedia Buka Menu Tax Exemption Per 13 JuliHalo rekan-rekan FinTax Community, Hari ini, 13 Juli 2026, Tokopedia resmi membuka keran pengajuan pembebasan pemotongan PPh melalui menu baru di Seller…13 Jul 2026 • Finance & Taxtax-exemptionTerkait:tax perpajakan fasilitas pajak pasal pph
-
PMK 51/2025 Simak Lagi! Pihak-Pihak yang Ditunjuk Jadi Pemungut PPh Pasal 22PMK Nomor 51 Tahun 2025 kembali menegaskan posisi strategis PPh Pasal 22 sebagai instrumen pengamanan penerimaan negara, khususnya pada transaksi-transaksi bernilai besar…14 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:optimalisasi pajak pasal pph secara badan
-
Perluasan Insentif PPh 21 DTP 2027 ke Seluruh SektorHalo rekan-rekan FinTax Community, Rencana pemerintah untuk memperluas cakupan insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal dua puluh satu Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi karyawan…5 Oct 2026 • Finance & Taxpph-21-dtp-2027Terkait:tax fasilitas pajak pasal pph penghasilan
-
Tak Semua Penjual Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada Kena Pajak Mulai 1 Agustus, Ini KriterianyaKementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberlakukan pemungutan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau e-commerce pada 1 Agustus 2026.…2 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:perpajakan pajak pasal pph tarif penghasilan
-
📢 Hot Issue: PMK 37/2025 & Babak Baru PPh 22 Marketplace Per 1 Agustus 2026. Siapkah Infrastruktur FAT Kita?Rekan-rekan Fintax Community, Pagi ini kita disuguhkan rilis berita resmi mengenai penunjukan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli sebagai pemungut PPh Pasal 22…2 Jul 2026 • Finance & Taxpph-22Terkait:tax pajak pasal pph tarif secara
-
Ditjen Pajak Kemenkeu Resmi Perpanjang Batas Lapor SPT Badan hingga 31 Mei 2026Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberikan kelonggaran batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh)…6 May 2026 • Finance & TaxTerkait:perpajakan pajak pph penghasilan secara badan
-
Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp 10,6 Miliar, Tiga Tersangka Diserahkan Ke KejaksaanKasus penyerahan tiga tersangka pemalsuan faktur pajak fiktif oleh Kanwil DJP Jakarta Barat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat kembali menjadi pengingat bahwa…24 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:perpajakan pajak pasal secara usaha bagi