Home / Topics / Finance & Tax / Pengajuan (PKP) Secara Elektronik atau Manual: Apa yang Wajib Pajak Perlu Ketahu
- This topic has 1 reply, 2 voices, and was last updated 1 year, 5 months ago by
Lia.
Pengajuan (PKP) Secara Elektronik atau Manual: Apa yang Wajib Pajak Perlu Ketahu
May 12, 2025 at 8:24 am-
-
Up::0
JAKARTA, DDTCNews – Bagi pengusaha yang ingin mengajukan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), kini tersedia dua opsi yang bisa dipilih, yaitu melalui sistem administrasi pajak elektronik, coretax, atau dengan cara manual yang mengharuskan wajib pajak datang langsung ke kantor pelayanan pajak (KPP). Kedua opsi tersebut sah dan sudah diatur dalam PMK 81/2024 dan Peraturan Dirjen Pajak PER-04/PJ/2020, yang memastikan bahwa pengusaha dapat memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka.
Menurut informasi yang disampaikan oleh contact center Ditjen Pajak (DJP), Kring Pajak, kedua cara ini diatur secara resmi dan bisa digunakan sesuai dengan preferensi wajib pajak. “Untuk permohonan pengukuhan PKP dapat diajukan ke KPP atau melalui akun coretax wajib pajak pada menu Portal Saya – Pengukuhan PKP,” demikian pernyataan yang dikutip dari media sosial DJP pada Sabtu (10/5/2025).
Apa Itu PKP dan Siapa yang Perlu Mengajukan?
Sebagai informasi tambahan, PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan/atau penyerahan jasa kena pajak yang dikenai pajak berdasarkan UU PPN. Jika pengusaha tersebut memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peraturan perpajakan, mereka wajib mengajukan permohonan untuk mendapatkan pengukuhan sebagai PKP. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka dapat menjalankan kewajiban perpajakan dengan benar, termasuk memungut, menyetor, dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dikenakan pada barang atau jasa yang mereka jual.Cara Mengajukan Permohonan Pengukuhan PKP Secara Elektronik
Untuk memudahkan proses pengajuan, wajib pajak kini dapat memanfaatkan sistem administrasi pajak coretax. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:
1. Login ke Coretax – Langkah pertama adalah mengakses akun coretax wajib pajak.
2. Pilih Menu Portal Saya – Setelah berhasil login, wajib pajak akan diarahkan ke laman profil dan bisa memilih menu “Portal Saya.”
3. Pilih Sub-Menu Pengukuhan PKP – Di dalam portal, wajib pajak perlu memilih sub-menu “Pengukuhan PKP” yang akan membawa mereka ke halaman formulir permohonan pengukuhan.
4. Isi Formulir dengan Benar – Pada halaman ini, wajib pajak diminta untuk mengisi data yang diperlukan, termasuk memilih masa transaksi PPN yang dimulai, yaitu bulan pertama kewajiban PKP berlaku.
5. Verifikasi dan Kirim – Setelah mengisi formulir, wajib pajak harus memastikan semua data yang dimasukkan sudah benar dan lengkap, kemudian memberikan tanda centang pada kolom pernyataan di bagian bawah formulir.
6. Kirim Permohonan – Setelah itu, wajib pajak bisa mengklik tombol kirim. Permohonan pengukuhan PKP yang sudah diajukan akan mendapatkan bukti penerimaan surat permohonan yang bisa diunduh.Proses Setelah Pengajuan
Setelah permohonan diajukan, DJP akan memverifikasi data yang disampaikan. Jika permohonan diterima, wajib pajak akan mendapatkan Surat Pengukuhan PKP sebagai bukti sah bahwa mereka telah dikukuhkan. Sebaliknya, jika permohonan ditolak, wajib pajak akan menerima Surat Penolakan Pengukuhan PKP.Syarat dan Ketentuan
Bagi wajib pajak yang mengajukan permohonan, penting untuk memperhatikan persyaratan teknis yang tercantum dalam PMK 81/2024, khususnya yang tercantum dalam Pasal 62 dan 63. Di sisi lain, untuk aturan yang lebih rinci mengenai prosedur pengajuan, wajib pajak bisa merujuk pada Pasal 45 dan 47 dalam PER-04/PJ/2020.Kesimpulan
Dengan adanya sistem pengajuan secara elektronik melalui coretax, proses pengukuhan PKP menjadi lebih efisien dan mudah diakses oleh para pengusaha. Namun, wajib pajak tetap diingatkan untuk memastikan bahwa semua informasi yang disampaikan dalam formulir permohonan adalah benar dan lengkap. Hal ini penting agar pengukuhan PKP dapat dilakukan tanpa hambatan, dan kewajiban perpajakan bisa dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku -
Keren ya, sekarang pengusaha bisa pilih mau ngajuin PKP lewat online di coretax atau datang langsung ke KPP. Jadi lebih fleksibel dan nggak ribet harus antre lama-lama. Yang penting, data yang dimasukin harus lengkap dan bener biar pengukuhannya lancar. Buat yang baru mulai usaha, ini info wajib banget supaya nggak salah langkah soal pajak PPN. Semoga makin banyak yang pakai cara online biar urusan pajak makin praktis!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak tax perpajakan pengajuan secara
-
1,8 Juta Wajib Pajak Dapat Email! Kamu Salah Satunya?Guys, ada info penting banget nih dari Ditjen Pajak (DJP), khususnya buat kita yang udah punya NPWP dan statusnya sebagai Wajib Pajak…13 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak perpajakan elektronik wajib pajak
-
Wajib Tahu! Surat Keterangan Fiskal (SKF) Cuma Berlaku 1 Bulan, Jangan Sampai KeGuys, mau sharing info penting nih soal Surat Keterangan Fiskal (SKF) biar nggak sampai ada yang kelabakan di last minute 😅. Jadi,…14 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all secara elektronik wajib pajak perpajakan elektronik pengajuan
-
Perpanjangan NPPN Hingga 31 Desember 2025 – Pengajuan Sukses via Coretax DJPHalo teman-teman di Mekari Community! Berikut informasi krusial dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang perlu segera diketahui: Nomor Pokok Pelaporan Pajak (NPPN)…3 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak elektronik pengajuan secara manual
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all tax perpajakan secara pajak
-
Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp 10,6 Miliar, Tiga Tersangka Diserahkan Ke KejaksaanKasus penyerahan tiga tersangka pemalsuan faktur pajak fiktif oleh Kanwil DJP Jakarta Barat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat kembali menjadi pengingat bahwa…24 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak perpajakan secara wajib pajak
-
PMK 81/2024 dan Perubahan Pemindahbukuan PajakHalo teman-teman Fintax Community! 👋 Mau share update penting nih soal perubahan aturan pemindahbukuan (Pbk) pajak yang sekarang diatur ulang lewat Coretax…12 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak tax wajib pajak perlu
-
Guys, Target Tax Ratio 2026 Mau Tembus 10,47%! Gimmick Atau Realita?Oke, jadi pemerintah udah ngumumin target tax ratio buat 2026 bakal naik ke 10,47%. Naik dikit sih dari tahun ini yang ditargetin…21 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak tax perpajakan wajib pajak
-
INFO TERBARU – Pajak Kripto & Emas Diatur Ulang Mulai 1 Agustus 2025Hey Fintax People! Kalian yang aktif di dunia investasi kripto atau emas, siap-siap update nih! 🧾⚖️ Per 1 Agustus 2025, ada aturan…1 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak perpajakan secara wajib pajak
-
PMK 112/2025 dan 6 Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan P3BPMK 112/2025 menjadi regulasi yang sangat menarik untuk dicermati, khususnya terkait penguatan instrumen pencegahan penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Ketentuan dalam…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak tax perpajakan secara wajib
-
Pembatasan Permohonan Pengurangan/Pembatalan Ketetapan Pajak dalam PMK 71/2026:Halo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor tujuh puluh satu tahun dua ribu dua puluh enam—sebagai penyempurnaan atas PMK seratus…21 Oct 2026 • Finance & Taxpmk71Terkait:wajib pajak tax perpajakan pengajuan secara wajib
-
Jangan Abaikan Bukti Potong A1, Bisa Berisiko BesarDi dunia perpajakan, bukti potong A1 sering dianggap sepele oleh sebagian orang—“Ah, itu cuma formalitas, nanti tinggal lapor pajak lagi,” begitu pikir…17 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all wajib pajak perpajakan secara wajib pajak
