Home / Topics / Finance & Tax / Satu Surat Pernyataan Omzet UMKM untuk Semua Marketplace (PMK 37/2025)
- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 4 months ago by
Finance Accounting and Tax Manager.
Satu Surat Pernyataan Omzet UMKM untuk Semua Marketplace (PMK 37/2025)
July 6, 2026 at 9:57 am-
-
Up::0
Halo rekan-rekan FinTax Community,
Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5% dan integrasi data omzet ke database DJP, ada update regulasi teknis yang sangat menarik hari ini (5/7/2026) dari DDTCNews.
Ketua Umum idEA, Pak Budi Primawan, memberikan konfirmasi bahwa berdasarkan hasil diskusi dengan DJP, pedagang online (merchant) orang pribadi UMKM hanya perlu membuat satu lembar surat pernyataan peredaran bruto di bawah Rp500 juta. Surat yang sama ini nantinya bisa dibagikan dan diserahkan ke berbagai platform marketplace tempat mereka berjualan (seperti Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, dll).
Meskipun secara tekstual PMK 37/2025 mengindikasikan penyerahan surat ke masing-masing platform, diskresi atau pelonggaran teknis dari DJP ini tentu menjadi angin segar dari sisi simplifikasi birokrasi.
Mari kita bedah isu ini dari kacamata praktisi FAT (Finance, Accounting, and Tax):
1. Sisi Positif: Efisiensi Administrasi bagi Multichannel Merchant
Bagi pelaku usaha UMKM yang menerapkan strategi multichannel selling (memiliki toko di lebih dari satu e-commerce), kebijakan “satu surat untuk semua” ini memangkas beban kepatuhan (compliance cost). Mereka tidak perlu repot membuat format yang berbeda-beda atau menandatangani belasan dokumen bermeterai yang berbeda untuk setiap akun toko mereka.
2. Sisi Kritis: Risiko Gagal Rekonsiliasi Data di Sistem Coretax
Namun, sebagai praktisi pajak, kita wajib melihat the other side of the coin. Kemudahan dokumen fisik/digital ini menyimpan tantangan besar pada proses rekonsiliasi data elektronik. Ketika satu surat yang sama diunggah ke berbagai platform, bagaimana sistem backend masing-masing marketplace melakukan validasi silang (cross-validation) ke sistem Coretax?
Ingat, per hitungan Juli 2026 ini, DJP sudah melacak omzet secara akumulatif berdasarkan NIK/NPWP lewat skema unifikasi. Tantangan terbesarnya adalah jika pedagang memiliki 5 toko di 5 marketplace berbeda dengan omzet masing-masing Rp150 juta. Total akumulasinya adalah Rp750 juta (sudah melewati batas bebas pajak Rp500 juta).
Jika satu surat pernyataan “di bawah Rp500 juta” itu tetap diedarkan ke semua marketplace hingga akhir tahun tanpa ada sistem monitoring internal yang ketat dari si pedagang, maka marketplace akan mendeteksi status “bebas pungut”, padahal secara agregat di database DJP, wajib pajak tersebut sudah menjadi objek pajak nasional. Efek domino dari celah ini jelas: potensi terbitnya SP2DK massal di awal tahun pajak berikutnya karena adanya ketidaksesuaian data prepopulated.
Kesimpulan & Rekomendasi Forum
Kebijakan dari idEA dan DJP ini memang mempermudah langkah awal pendaftaran. Namun, tanggung jawab materiil atas kebenaran substansi surat tersebut tetap melekat sepenuhnya pada Wajib Pajak, bukan pada marketplace. Sebagai konsultan atau penasihat keuangan, kita harus mengingatkan klien agar memiliki sistem pencatatan internal yang mampu mengonsolidasikan omzet harian dari seluruh toko online mereka secara real-time. Jangan sampai kemudahan administratif ini justru menjadi jebakan yang berujung pada sanksi denda di kemudian hari.
Bagaimana opini rekan-rekan FinTax mengenai implementasi teknis di lapangan?
Apakah platform e-commerce tempat klien Anda bernaung sudah mulai memperbarui sistem dashboard mereka untuk mengakomodasi pengunggahan satu surat pernyataan bersama ini?
Bagaimana Anda memitigasi risiko jika omzet konsolidasi klien melampaui Rp500 juta di pertengahan bulan berjalan?
Yuk, sampaikan analisis dan pengalaman rekan-rekan di kolom komentar!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
📢 Kelanjutan PMK 37/2025: Membedah Sisi Administrasi & Validasi Dokumen “Prepaid Tax” Merchant per 1 Agustus 2026 (BagiRekan-rekan Fintax Community, Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan 4 raksasa marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli) sebagai pemungut PPh Pasal 22…6 Aug 2026 • Finance & Taxpmk37Terkait:satu surat pernyataan surat pernyataan omzet pmk 37 2025 satu surat surat pernyataan pernyataan omzet
-
📢 Hot Issue: PMK 37/2025 & Babak Baru PPh 22 Marketplace Per 1 Agustus 2026. Siapkah Infrastruktur FAT Kita?Rekan-rekan Fintax Community, Pagi ini kita disuguhkan rilis berita resmi mengenai penunjukan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli sebagai pemungut PPh Pasal 22…2 Jul 2026 • Finance & Taxpph-22Terkait:satu surat pernyataan surat pernyataan omzet pmk 37 2025 satu surat surat pernyataan pernyataan omzet
-
Tokopedia Buka Menu Tax Exemption Per 13 JuliHalo rekan-rekan FinTax Community, Hari ini, 13 Juli 2026, Tokopedia resmi membuka keran pengajuan pembebasan pemotongan PPh melalui menu baru di Seller…13 Jul 2026 • Finance & Taxtax-exemptionTerkait:surat pernyataan omzet surat pernyataan pernyataan omzet accounting akuntansi tax
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:accounting akuntansi pembukuan tax perpajakan dokumen
-
Tak Semua Penjual Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada Kena Pajak Mulai 1 Agustus, Ini KriterianyaKementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberlakukan pemungutan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau e-commerce pada 1 Agustus 2026.…2 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:surat pernyataan perpajakan dokumen marketplace pernyataan surat
-
PMK 71/2026 dan Reformasi Prosedur Keberatan PajakHalo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor tujuh puluh satu tahun dua ribu dua puluh enam sebagai revisi atas PMK…8 Oct 2026 • Finance & Taxpmk-71Terkait:accounting tax perpajakan dokumen community surat
-
PMK 112/2025 dan 6 Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan P3BPMK 112/2025 menjadi regulasi yang sangat menarik untuk dicermati, khususnya terkait penguatan instrumen pencegahan penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Ketentuan dalam…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:tax perpajakan dokumen community semua satu
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:pembukuan tax perpajakan surat 2025 pajak
-
Revolusi Pelaporan Keuangan Melalui PSAK 118Halo rekan-rekan FinTax Community, Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan nomor seratus delapan belas menandai tonggak sejarah baru dalam evolusi penyajian laporan keuangan…2 Nov 2026 • Finance & Taxpsak-118Terkait:accounting akuntansi pembukuan tax perpajakan community
-
Risiko Keterlambatan TP Doc Menurut PMK 172/2023Halo rekan-rekan FinTax Community, Sorotan tajam dari Senior Manager RSM Indonesia, Ibu Rindhaswari, mengenai implikasi keterlambatan penyusunan Transfer Pricing Documentation (TP Doc)…27 Oct 2026 • Finance & Taxtp-docTerkait:accounting pembukuan tax dokumen community satu
-
Pembatasan Permohonan Pengurangan/Pembatalan Ketetapan Pajak dalam PMK 71/2026:Halo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor tujuh puluh satu tahun dua ribu dua puluh enam—sebagai penyempurnaan atas PMK seratus…21 Oct 2026 • Finance & Taxpmk71Terkait:accounting tax perpajakan community surat satu
-
Antisipasi Pembaruan SAK 2026–2027: Implikasi Transisi PSAK 118, Akuntansi Instrumen Berbasis ESG, dan Sensitivitas FiskHalo rekan-rekan FinTax Community, Pembaruan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dirilis oleh IAI untuk periode 2026 dan 2027 membawa perubahan arsitektur pelaporan…6 Aug 2026 • Finance & TaxsakTerkait:accounting akuntansi tax perpajakan community rekan