Home / Topics / Finance & Tax / 📢 Siap-Siap UMKM! Revisi PP 55/2022 Sudah Masuk Tahap Penyelesaian
- This topic has 2 replies, 2 voices, and was last updated 1 year, 1 month ago by
Lia.
📢 Siap-Siap UMKM! Revisi PP 55/2022 Sudah Masuk Tahap Penyelesaian
September 24, 2025 at 9:55 am-
-
Up::0
Kabar terbaru datang dari dunia perpajakan, khususnya terkait UMKM. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah merampungkan revisi PP 55/2022 yang akan memperpanjang masa berlaku penggunaan skema tarif PPh Final 0,5% bagi wajib pajak orang pribadi UMKM. Rencana ini tentu menjadi angin segar, sebab sebelumnya aturan hanya membatasi pemanfaatan tarif final 0,5% selama 7 tahun pajak. Dengan revisi ini, UMKM berpeluang mendapatkan kepastian hingga tahun 2029.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyampaikan bahwa koordinasi sudah dilakukan bersama Kemenko Perekonomian dan Kementerian UMKM, bahkan izin prakarsa sudah keluar sejak Agustus lalu. Tujuan utama perpanjangan masa berlaku tarif ini adalah untuk meringankan beban pajak UMKM sekaligus menyederhanakan administrasi perpajakan, terutama bagi pelaku usaha dengan omzet hingga Rp4,8 miliar per tahun. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa kebijakan ini akan memberikan kepastian jangka panjang sehingga UMKM bisa lebih fokus mengembangkan bisnis.
Selain PPh Final UMKM, pemerintah juga memastikan keberlanjutan beberapa insentif lain. Misalnya, fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) atas penyerahan rumah akan diperpanjang hingga 2026. Insentif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung sektor properti. Tidak hanya itu, pemerintah juga masih melanjutkan program ekonomi lain seperti PPh Pasal 21 DTP untuk sektor pariwisata dan industri padat karya.
Bagi pelaku UMKM, kepastian skema PPh Final 0,5% hingga 2029 jelas memberikan ruang bernapas lebih lega. Namun, di sisi lain, diskusi yang menarik adalah bagaimana strategi pemerintah menyeimbangkan kebutuhan penerimaan negara dengan pemberian insentif pajak yang berkelanjutan. Apakah perpanjangan hingga 2029 ini cukup untuk mendukung pertumbuhan UMKM jangka panjang, atau perlu diiringi dengan reformasi lain, seperti edukasi pajak dan digitalisasi administrasi?
Bagaimana menurut teman-teman di Fintax Community? Apakah perpanjangan PPh Final UMKM 0,5% hingga 2029 ini sudah menjadi langkah tepat, atau masih ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan?
-
Saya sependapat bahwa perpanjangan PPh Final 0,5% sampai 2029 ini adalah kebijakan yang berpihak pada UMKM dan memberikan “ruang bernapas”. PP 55/2022 sendiri sudah mencabut PP 23/2018 dan memberikan penyesuaian yang menguntungkan UMKM.
- Penting untuk diingat bahwa skema ini hanya berlaku maksimal 7 tahun untuk wajib pajak orang pribadi UMKM (legalitas.org). Artinya, perpanjangan hingga 2029 ini akan sangat membantu mereka yang sudah mendekati batas akhir pemanfaatan.
- Menurut saya, perpanjangan ini perlu diiringi dengan reformasi lain seperti yang sudah dicanangkan pemerintah: penguatan ekosistem digital, pemanfaatan 40% alokasi belanja pemerintah untuk UMKM, serta strategi kemitraan antara UMK dan UMB. Ini akan memastikan pertumbuhan UMKM bukan hanya karena insentif, tapi juga karena fundamental yang kuat.
-
Kabar perpanjangan PPh Final UMKM 0,5% hingga 2029 ini jelas angin segar dan menunjukkan komitmen pemerintah untuk meringankan beban UMKM. Ini memberikan kepastian jangka panjang, yang sangat dibutuhkan UMKM untuk merencanakan bisnisnya.
- Bagi saya, perpanjangan ini langkah tepat karena sejalan dengan strategi pemerintah yang juga berfokus pada digitalisasi UMKM, perluasan akses pembiayaan (seperti KUR), dan pengembangan SDM. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif, tidak hanya dari sisi pajak.
- Namun, seperti yang disinggung di narasi, pertanyaan besarnya adalah bagaimana pemerintah menyeimbangkan ini dengan penerimaan negara. Apakah perpanjangan saja cukup, atau perlu edukasi pajak dan digitalisasi administrasi lebih masif agar UMKM bisa “naik kelas” dan berkontribusi lebih besar secara sukarela di masa depan?
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all tax perpajakan tahap pajak pemerintah
-
Guys, Target Tax Ratio 2026 Mau Tembus 10,47%! Gimmick Atau Realita?Oke, jadi pemerintah udah ngumumin target tax ratio buat 2026 bakal naik ke 10,47%. Naik dikit sih dari tahun ini yang ditargetin…21 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all siap siap tax perpajakan revisi masuk
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all tax perpajakan pajak pph administrasi
-
INFO TERBARU – Pajak Kripto & Emas Diatur Ulang Mulai 1 Agustus 2025Hey Fintax People! Kalian yang aktif di dunia investasi kripto atau emas, siap-siap update nih! 🧾⚖️ Per 1 Agustus 2025, ada aturan…1 Aug 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all siap siap perpajakan revisi siap pajak
-
PMK 112/2025 dan 6 Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan P3BPMK 112/2025 menjadi regulasi yang sangat menarik untuk dicermati, khususnya terkait penguatan instrumen pencegahan penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Ketentuan dalam…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all tax perpajakan community masuk pajak
-
Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp 10,6 Miliar, Tiga Tersangka Diserahkan Ke KejaksaanKasus penyerahan tiga tersangka pemalsuan faktur pajak fiktif oleh Kanwil DJP Jakarta Barat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat kembali menjadi pengingat bahwa…24 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all perpajakan community masuk tahap 2022
-
📢 Kelanjutan PMK 37/2025: Membedah Sisi Administrasi & Validasi Dokumen “Prepaid Tax” Merchant per 1 Agustus 2026 (BagiRekan-rekan Fintax Community, Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan 4 raksasa marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli) sebagai pemungut PPh Pasal 22…6 Aug 2026 • Finance & Taxpmk37Terkait:tax perpajakan community masuk siap umkm
-
PMK 115/2025: Fleksibilitas Fiskal atau Sinyal Tekanan Penerimaan Negara?Terbitnya PMK 115/2025 yang merevisi PMK 179/2022 menarik untuk dicermati lebih dalam, khususnya dalam konteks penerimaan negara yang sedang mengalami tekanan. Regulasi…14 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all perpajakan community 2022 pajak pemerintah
-
Perpanjangan NPPN Hingga 31 Desember 2025 – Pengajuan Sukses via Coretax DJPHalo teman-teman di Mekari Community! Berikut informasi krusial dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang perlu segera diketahui: Nomor Pokok Pelaporan Pajak (NPPN)…3 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:all community masuk siap umkm pajak
-
Bea Keluar Batu Bara 5%–11%: Tantangan Implementasi dan DampaknyaRencana pemerintah mengenakan bea keluar atas ekspor batu bara dengan tarif progresif 5%–11% sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menurut saya…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all community komunitas pajak pemerintah lain
-
PMK 51/2025 Simak Lagi! Pihak-Pihak yang Ditunjuk Jadi Pemungut PPh Pasal 22PMK Nomor 51 Tahun 2025 kembali menegaskan posisi strategis PPh Pasal 22 sebagai instrumen pengamanan penerimaan negara, khususnya pada transaksi-transaksi bernilai besar…14 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:all community pajak pemerintah lain pph
-
PMK 71/2026 dan Reformasi Prosedur Keberatan PajakHalo rekan-rekan FinTax Community, Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor tujuh puluh satu tahun dua ribu dua puluh enam sebagai revisi atas PMK…8 Oct 2026 • Finance & Taxpmk-71Terkait:tax perpajakan community penyelesaian revisi tahap
