Home / Topics / Finance & Tax / Bank Dunia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Di 2025
- This topic has 3 replies, 2 voices, and was last updated 9 months, 1 week ago by
Lia.
Bank Dunia Pertahankan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Di 2025
June 15, 2025 at 6:32 pm-
-
Up::1
(Jakarta) Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Juni 2025 tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 % untuk tahun 2025, dan diperkirakan meningkat menuju 5 % pada 2027. Meski demikian, angka ini turun 0,4 % dibandingkan proyeksi GEP Januari 2025 yang sebesar 5,1 %.
Dikutip dari Bisnis.com, dalam laporan terakhir Bank Dunia, disebutkan bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan global, menurunnya kepercayaan bisnis, serta lemahnya permintaan dari negara-negara maju dan China, menjadi faktor yang menghambat ekspor dan investasi swasta di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Kondisi ini diperkirakan akan menjadi tantangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara keseluruhan.
Kendati demikian, sejumlah negara termasuk Indonesia masih akan mendapatkan dorongan dari kebijakan fiskal seperti pengeluaran sosial dan investasi publik. Namun, Bank Dunia mengingatkan bahwa peningkatan hambatan perdagangan global yang sulit diprediksi dapat menekan pertumbuhan secara makroekonomi.
Selain Indonesia, Bank Dunia juga merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand dari 2,5 % menjadi 1,8 % pada 2025. Sementara China diperkirakan hanya tumbuh 4,5 % setelah sebelumnya mencatatkan pertumbuhan 5 %. Bahkan, China diprediksi terus melambat hingga mencapai 3,9 % pada 2027.
Dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tertinggi setelah Vietnam yang mencapai 5,8 % dan Filipina sebesar 5,3 % pada 2025. Sementara itu, sebagian besar negara ASEAN lainnya mencatatkan proyeksi pertumbuhan di bawah 4 %, dengan Myanmar diprediksi mengalami kontraksi sebesar -2,5 %. Bank Dunia juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,3 % akibat meningkatnya ketidakpastian dan kebijakan tarif impor AS.
-
Angka boleh naik turun, tapi yang penting gimana dampaknya ke kita-kita di bawah ini. Harga sembako, lapangan kerja, dan daya beli itu yang paling terasa sehari-hari. Pertumbuhannya bagus, tapi semoga bukan cuma dinikmati oleh segelintir orang. Yang kecil juga harus ikut naik dong.
-
Setuju banget, Lia! Angka-angka proyeksi itu memang penting, tapi yang lebih utama memang bagaimana dampaknya terasa oleh masyarakat luas. Kadang pertumbuhan ekonomi terlihat oke secara makro, tapi kalau belum merata, banyak yang masih kesulitan.
Menurut kamu, apa sih langkah konkret yang bisa dilakukan supaya pertumbuhan ekonomi ini benar-benar dirasakan oleh semua kalangan? Apakah dari kebijakan pemerintah, peran swasta, atau mungkin gerakan masyarakat?
-
Bener banget Albert bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu harus inklusif, bukan sekadar angka di laporan. Buat saya, langkah konkretnya perlu kombinasi:
✅ Dari pemerintah: subsidi tepat sasaran dan program padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal. Sektor pertanian dan UMKM juga jangan dilupakan, karena di situlah mayoritas masyarakat menggantungkan hidup.
✅ Dari swasta: lebih banyak skema kemitraan yang berpihak ke pelaku usaha kecil. Misalnya, akses rantai pasok atau pelatihan gratis untuk naik kelas.
✅ Dan dari masyarakat: dorong konsumsi produk lokal dan gerakan kolaboratif di komunitas. Kadang perubahan besar dimulai dari aksi kecil yang konsisten.
Gimana menurut teman-teman? Ada contoh daerah atau inisiatif yang menurut kalian berhasil bikin pertumbuhan ekonomi terasa lebih adil?
-
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Penggantian Jabatan NPWP Sementara (999) Menjadi NIK Valid pada Bukti Potong PPh Pasal 21 Bulanan (BPMP)Dalam rangka mendukung kelancaran pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah melakukan proses penggantian identitas secara…9 Apr 2026 • Finance & Taxpajak-djp-coretax-pph21-spttahunan-spt2025Terkait:2025
-
Optimalisasi Pajak Perusahaan dengan Fasilitas Pasal 31E UU PPhTidak semua penghasilan yang diperoleh perusahaan secara otomatis dikenakan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan secara penuh. Dalam sistem perpajakan di Indonesia, pemerintah…10 Mar 2026 • Finance & Taxpajak-perusahaan pasal-31e pkp pph-badanTerkait:dunia pertumbuhan indonesia
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:bank
-
Jangan Abaikan Bukti Potong A1, Bisa Berisiko BesarDi dunia perpajakan, bukti potong A1 sering dianggap sepele oleh sebagian orang—“Ah, itu cuma formalitas, nanti tinggal lapor pajak lagi,” begitu pikir…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:dunia
-
PMK 100/2025 dan Tantangan Implementasi Akuntansi Berbasis AkrualPMK 100/2025 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat menurut saya merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi tata kelola keuangan negara, khususnya di era…16 Feb 2026 • Finance & TaxAllTerkait:2025
-
PMK 112/2025 dan 6 Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan P3BPMK 112/2025 menjadi regulasi yang sangat menarik untuk dicermati, khususnya terkait penguatan instrumen pencegahan penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). Ketentuan dalam…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi indonesia 2025
-
Bea Keluar Batu Bara 5%–11%: Tantangan Implementasi dan DampaknyaRencana pemerintah mengenakan bea keluar atas ekspor batu bara dengan tarif progresif 5%–11% sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menurut saya…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:2025
-
PMK 115/2025: Fleksibilitas Fiskal atau Sinyal Tekanan Penerimaan Negara?Terbitnya PMK 115/2025 yang merevisi PMK 179/2022 menarik untuk dicermati lebih dalam, khususnya dalam konteks penerimaan negara yang sedang mengalami tekanan. Regulasi…6 Jan 2026 • Finance & TaxAllTerkait:bank ekonomi indonesia 2025
-
PMK 51/2025 Simak Lagi! Pihak-Pihak yang Ditunjuk Jadi Pemungut PPh Pasal 22PMK Nomor 51 Tahun 2025 kembali menegaskan posisi strategis PPh Pasal 22 sebagai instrumen pengamanan penerimaan negara, khususnya pada transaksi-transaksi bernilai besar…16 Feb 2026 • Finance & TaxAllTerkait:bank pertahankan 2025
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:dunia pertumbuhan ekonomi indonesia 2025
-
Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp 10,6 Miliar, Tiga Tersangka Diserahkan Ke KejaksaanKasus penyerahan tiga tersangka pemalsuan faktur pajak fiktif oleh Kanwil DJP Jakarta Barat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat kembali menjadi pengingat bahwa…24 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:indonesia 2025
-
PPh 21 DTP = Tambahan Gaji Bersih, Bukan Potongan Pajak!💬 Masih Banyak yang Salah Paham soal PPh 21 DTP! Banyak perusahaan masih mengira bahwa jika sudah memakai sistem Net (pajak ditanggung…7 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:ekonomi 2025
