Home / Topics / Finance & Tax / Capek Cek Banyak Invoice Manual? Fitur Fraud AI Checker di Mekari Expense Ini Bisa Tandain yang Janggal! 🤩
- This topic has 0 replies, 1 voice, and was last updated 2 months, 2 weeks ago by
Mekari Community.
Capek Cek Banyak Invoice Manual? Fitur Fraud AI Checker di Mekari Expense Ini Bisa Tandain yang Janggal! 🤩
May 25, 2026 at 10:23 am-
-
Up::0
Halo, Fintax 101 Community! 👋
Pernah nggak sih lagi review purchase invoice terus kepikiran:
“Ini nominal vendor-nya kok beda jauh dari biasanya ya?”
“Atau vendor ini memang pernah dipakai sebelumnya?”
Semakin banyak transaksi purchase yang masuk, biasanya semakin panjang juga proses pengecekannya. Tim finance perlu bandingkan nominal, cek vendor, memastikan nggak ada invoice yang mirip, sampai review transaksi satu per satu sebelum approval atau pembayaran dilakukan.
Masalahnya, kalau semua masih dicek manual, proses review jadi makan waktu banget. Apalagi saat transaksi lagi ramai di akhir periode. 😵💫
Kadang, ada transaksi yang kelihatannya normal, tapi ternyata:
- nominalnya jauh lebih besar dari histori sebelumnya
- vendor yang digunakan terasa nggak familiar
- atau ada invoice yang mirip dengan transaksi sebelumnya
Nah sekarang, Mekari Expense punya Fraud AI Checker yang bisa bantu membaca pola transaksi purchase secara otomatis saat transaksi diajukan. Jadi transaksi yang perlu diperhatikan bisa langsung ditandai dari awal.
AI Checker di Mekari Expense Bisa Nemuin Apa Aja Sih? 👀
Unusual Amount

AI bakal nge-flag transaksi dengan nominal yang terasa nggak biasa dibanding histori, misalnya total purchase atau harga vendor yang jauh lebih tinggi dari biasanya. Ini bikin tim finance langsung tahu kalau ada angka yang perlu dicermati sebelum approval.
Unusual Vendor

Sistem juga akan menandai vendor yang terlihat tidak lazim, misalnya vendor yang jarang dipakai, kategori pengeluaran yang nggak sesuai, atau data vendor yang tampak mencurigakan. Jadi kamu bisa cepat cek apakah vendor itu memang valid.
Duplicate Transaction

AI membaca kemiripan antar transaksi, seperti nominal, vendor, tanggal, atau employee, untuk membantu mencegah submission ganda yang sering bikin repot saat rekonsiliasi.
Tingkat Risiko Transaksi Bisa Langsung Terlihat!

Setiap transaksi yang dianalisis AI akan otomatis diberi tingkat risiko berdasarkan pola dan hasil pengecekan transaksi. Jadi approver bisa lebih cepat tahu transaksi mana yang masih aman, dan mana yang memang perlu dicek lagi.
LOW
→ Ada sedikit perbedaan dari pola biasa, kemungkinan karena human error atau kondisi tertentu.

MEDIUM
→ Transaksi terlihat cukup tidak biasa dan perlu divalidasi lebih lanjut sebelum approval dilakukan.

HIGH
→ Ada indikasi kuat, misalnya nominal sangat menyimpang, vendor mencurigakan, atau pola transaksi yang mirip dengan submission sebelumnya, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan risk level ini, review transaksi jadi nggak perlu mulai dari nol terus-menerus! Approver bisa langsung fokus ke transaksi yang berisiko lebih tinggi sehingga waktu review jauh lebih efisien. 😆
Mau lihat detail cara pakainya? Cek panduannya di sini ya:
[Bagaimana Cara Mekari Expense Mendeteksi Potensi Fraud atau Anomali dengan AI Checker]
Sudah coba fiturnya? Yuk share pengalamanmu di kolom komentar! 😃 Kalau pernah ngalamin proses review reimbursement yang ribet atau makan waktu, cerita juga boleh banget di sini!
-
- You must be logged in to reply to this topic.
Login terlebih dahulu , untuk memberikan komentar.
Thread terkait
-
Transisi PSAK 118 dan Kepatuhan Coretax: Strategi Remapping Chart of Accounts (CoA) untuk Mencegah Indikator Risiko FiskHalo rekan-rekan FinTax Community, Peringatan dari praktisi akuntansi Aldion Soeprijono mengenai risiko red flag pada sistem Coretax akibat perubahan format laporan keuangan…7 Aug 2026 • Finance & Taxcoretax psakTerkait:fitur expense
-
Antisipasi Pembaruan SAK 2026–2027: Implikasi Transisi PSAK 118, Akuntansi Instrumen Berbasis ESG, dan Sensitivitas FiskHalo rekan-rekan FinTax Community, Pembaruan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dirilis oleh IAI untuk periode 2026 dan 2027 membawa perubahan arsitektur pelaporan…6 Aug 2026 • Finance & TaxsakTerkait:fitur
-
Ditjen Pajak Hadapi Puluhan Ribu Sengketa Pajak, Nilainya Tembus Rp 176 TriliunDirektorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menangani puluhan ribu perkara sengketa pajak hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan Laporan Keuangan Ditjen…4 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:banyak
-
Tak Semua Penjual Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada Kena Pajak Mulai 1 Agustus, Ini KriterianyaKementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi memberlakukan pemungutan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau e-commerce pada 1 Agustus 2026.…2 Aug 2026 • Finance & TaxTerkait:invoice
-
📢 Kelanjutan PMK 37/2025: Membedah Sisi Administrasi & Validasi Dokumen “Prepaid Tax” Merchant per 1 Agustus 2026 (BagiRekan-rekan Fintax Community, Melanjutkan diskusi hangat kita kemarin mengenai penunjukan 4 raksasa marketplace (Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli) sebagai pemungut PPh Pasal 22…6 Aug 2026 • Finance & Taxpmk37Terkait:cek banyak invoice
-
📢 Hot Issue: PMK 37/2025 & Babak Baru PPh 22 Marketplace Per 1 Agustus 2026. Siapkah Infrastruktur FAT Kita?Rekan-rekan Fintax Community, Pagi ini kita disuguhkan rilis berita resmi mengenai penunjukan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli sebagai pemungut PPh Pasal 22…2 Jul 2026 • Finance & Taxpph-22Terkait:cek banyak mekari
-
Permendag 19/2026: NIB untuk Pedagang e-Commerce, Langkah Menuju Ekosistem Digital yang Lebih TertataMenurut saya, penerapan kewajiban Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pedagang di e-commerce melalui Permendag 19/2026 menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan…18 Jun 2026 • Finance & TaxpermendagTerkait:banyak
-
Shopee Cs Pungut Pajak PPN PMSE Rp10,32 Triliun pada 2025, Total Setoran Ekonomi Digital Rp47,18 TriliunDirektorat Jenderal Pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melaporkan total penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun per akhir 31…4 Jun 2026 • Finance & TaxTerkait:banyak
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Dalam kerangka akuntansi akrual dan perspektif perpajakan, Accounts Payable (AP) dan Accounts Receivable (AR) tidak hanya berdampak pada laporan posisi keuangan, tetapi…9 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:invoice expense
-
Jangan Abaikan Bukti Potong A1, Bisa Berisiko BesarDi dunia perpajakan, bukti potong A1 sering dianggap sepele oleh sebagian orang—“Ah, itu cuma formalitas, nanti tinggal lapor pajak lagi,” begitu pikir…17 Apr 2026 • Finance & TaxAllTerkait:banyak
-
Trending Perpajakan Minggu Ini: Core Tax Normal & 13 Layanan Pajak Baru”Minggu ini, dunia perpajakan Indonesia dipenuhi oleh dua topik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan wajib pajak, konsultan, dan praktisi pajak: pemulihan…9 Dec 2025 • Finance & TaxAllTerkait:banyak
-
Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp 10,6 Miliar, Tiga Tersangka Diserahkan Ke KejaksaanKasus penyerahan tiga tersangka pemalsuan faktur pajak fiktif oleh Kanwil DJP Jakarta Barat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat kembali menjadi pengingat bahwa…24 Nov 2025 • Finance & TaxAllTerkait:fraud